Imam Besar Islamic Center of New York Syamsi Ali (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Zohran Mamdani resmi mencatat sejarah sebagai Wali Kota New York dari kalangan Muslim setelah mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa dalam pemilihan umum yang digelar pada Selasa (4/11/2025) waktu setempat.
Kemenangan Mamdani menjadi tonggak baru dalam sejarah politik Amerika Serikat. Mantan konselor pencegahan penyitaan rumah dan eks rapper itu bukan hanya menjadi wali kota Muslim pertama di kota New York, tetapi juga wali kota pertama yang lahir di Afrika, memiliki keturunan Asia Selatan, sekaligus menjadi wali kota termuda dalam lebih dari satu abad.
“Saya akan bangun setiap pagi dengan satu tujuan: membuat kota ini lebih baik bagi Anda daripada hari sebelumnya,” kata Mamdani dalam pidato kemenangannya, dikutip dari Associated Press.
Namun di balik kemenangan besar tersebut, terdapat peran penting seorang diaspora Indonesia, Ustadz H Muhammad Syamsi Ali. Sosok yang kini menjadi warga negara Amerika Serikat itu dikenal sebagai imam di Islamic Center of New York sekaligus direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan dan masjid di kawasan timur New York yang banyak dikelola komunitas Muslim asal Asia Selatan.
Aktif Kampanyekan Mamdani
Menjelang hari pemungutan suara, Syamsi Ali menjadi salah satu tokoh yang aktif mendukung dan berkampanye untuk Mamdani. Melalui akun Instagram pribadinya, @imamshamsiali, ia kerap menyerukan agar komunitas Muslim di New York menggunakan hak pilih mereka.
“Bismillah! Saudara-saudari sekalian, kita berada di ambang mencatat sejarah dengan memilih Saudara kita, Zohran, sebagai Wali Kota New York City. Namun, seperti yang ia katakan baru-baru ini, kita tidak boleh lengah,” tulis Syamsi Ali dalam salah satu unggahannya menjelang pemilihan dikutip dari akun Instagramnya, Kamis (6/11/2025).
Setelah hasil sementara menunjukkan Mamdani unggul dengan 50,5 persen suara dari 85 persen suara yang telah dihitung, Syamsi Ali mengunggah potret kebahagiaannya bersama komunitas Muslim di New York. Momen itu diabadikannya sebagai bentuk rasa syukur atas terpilihnya pemimpin baru yang dinilai mewakili keberagaman kota tersebut.
Keterlibatan tokoh diaspora seperti Syamsi Ali menunjukkan peran aktif komunitas Muslim, termasuk warga keturunan Indonesia, dalam proses politik di Amerika Serikat. Dukungan dari berbagai kalangan tersebut diyakini turut memperkuat basis pemilih Mamdani, terutama di kawasan Queens dan Brooklyn yang memiliki populasi Muslim cukup besar.
Visi Optimistis untuk New York
Sebelum terpilih, Mamdani dikenal dengan kampanye yang mengusung visi optimistis dan progresif untuk warga New York. Ia menyoroti isu biaya hidup yang tinggi dan berjanji menghadirkan kebijakan pro-rakyat, seperti layanan penitipan anak gratis, transportasi bus tanpa biaya, serta pembekuan sewa bagi penghuni apartemen yang diatur pemerintah.
Selain itu, Mamdani juga mendorong pembangunan rumah terjangkau yang akan didanai melalui peningkatan pajak bagi kalangan kaya. Ia bahkan mengusulkan program percontohan toko bahan makanan yang dikelola pemerintah kota guna menekan harga pangan.
Meski dikenal sebagai anggota Democratic Socialists of America (DSA), Mamdani menegaskan bahwa dirinya maju dengan platform independent. Ia juga melunakkan sebagian retorikanya yang dinilai terlalu tajam, terutama terkait penegakan hukum.