Paus Fransiskus Lewati Masa Kritis usai Mengalami Serangan Bronkospasme
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kondisi Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, dilaporkan sudah membaik setelah sempat memburuk akibat mengalami serangan bronkospasme (penyempitan tiba-tiba otot-otot di dinding saluran udara paru-paru).
"Paus Fransiskus dapat melewati Sabtu malam dalam keadaan stabil dan tidak lagi mengalami pemburukan kondisi meski sempat mengalami serangan bronkospasme sebelumnya," tulis Vatikan dalam pernyataannya dikutip, Minggu (2/3/2025).
Pemimpin spiritual umat Katolik sedunia dan kepala negara Vatikan berusia 88 tahun itu sudah dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma selama 15 hari. Paus awalnya dirawat akibat bronkitis parah yang berkembang menjadi pneumonia. Dalam beberapa hari terakhir kondisi Paus masih mengalami naik turun.
"Kondisi klinis Bapa Suci stabil. Ia secara bergantian menerima alat bantu napas mekanis non-invasif dan oksigen aliran tinggi tambahan jangka panjang," sebut Vatikan.
Kondisi hemodinamis Paus juga tetap stabil dan terus menjalani fisioterapi pernapasan secara rutin. Paus juga dilaporkan masih bisa mengonsumsi makanan secara teratur. "Hari ini Paus berdoa di kapel dekat ruang rawatnya selama sekitar 20 menit," tulis pernyataan resmi Vatikan tersebut.

















