Wakil Presiden AS Kamala Harris mendengarkan diskusi meja bundar di Konvensi Nasional NAACP di Atlantic City, New Jersey, AS, 18 Juli 2022. (Foto: Reuters)
JAKARTA, (ERAKINI) – Presiden AS Joe Biden telah memutuskan untuk mundur dan batal mencalonkan diri kembali pada bulan November 2024. Biden kemudian memutuska mendukung Wakil PresidenKamala Harris.
Pada hari Minggu (21/7/2024), Biden menyebut keputusan untuk memilih mantan jaksa Harris untuk pemilu 2020 sebagai “keputusan terbaik yang pernah saya buat”, sambil meminta Partai Demokrat untuk mendukungnya, sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Senin (22/7/2024).
"Hari ini saya ingin memberikan dukungan penuh dan dukungan saya agar Kamala menjadi calon dari partai kami tahun ini,” kata Biden dalam postingan di X.
Keputusan ini menutup serangkaian cerita sejak debat Biden dengan lawannya dari Partai Republik, Donald Trump. Pada 27 Juni, dalam debat pertamanya dengan Trump, Biden yang berusia 81 tahun terlihat bingung dan tidak koheren, memunculkan kekhawatiran tentang kemampuan kognitifnya.
Kamala Harris adalah Wakil Presiden kulit hitam dan perempuan pertama dalam sejarah AS. Harris telah mengumpulkan beberapa peran superlatif dalam kariernya, menjadi wanita kulit hitam pertama yang memegang hampir semua peran yang pernah dia miliki: jaksa wilayah San Francisco, jaksa agung California, senator dari California, dan wakil presiden. Harris juga merupakan putri imigran pertama yang terpilih sebagai wakil presiden.
Harris (59) lahir di Oakland, California, putri dari ibu kelahiran India dan ayah kelahiran Jamaika. Dia kuliah di Howard University di Washington, DC sebelum mendapatkan gelar sarjana hukum dari University of California College of the Law, San Francisco.
Kariernya dimulai saat bekerja di kantor kejaksaan Alameda County, sebelum pindah ke kantor kejaksaan San Francisco. Harris menjadi jaksa wilayah San Francisco pada tahun 2003. Kemudian ia terpilih sebagai jaksa agung California, yang merupakan pejabat tertinggi penegakan hukum di negara bagian tersebut pada tahun 2010 dan terpilih kembali empat tahun kemudian.|
Setalah itu, Harris terpilih menjadi anggota Senat AS pada tahun 2016 dan menjadi kritikus utama Trump, terutama terkait kebijakan imigrasinya. Pertanyaan agresifnya terhadap calon Mahkamah Agung Brett Kavanaugh pada tahun 2018 membantu memperkuat kredibilitasnya sebagai salah satu bintang papan atas Partai Demokrat.
Harris kemudian menikah dengan pengacara Doug Emhoff, yang menjadi “pria kedua” pertama dalam sejarah AS setelah pemilu tahun 2020. Harris dan Emhoff tidak memiliki anak.
Perjalanannya menuju wakil presiden AS diawali dari saat dirinya mencalonkan diri untuk Gedung Putih pada pemilu tahun 2020. Namun, dengan cepat memudar di musim pemilihan pendahuluan setelah penampilan debatnya yang lesu.
Saat Biden memperkuat kepemimpinannya pada tahun 2020, dia bersumpah akan memilih seorang wanita sebagai pasangannya. Pemilihan Harris dipandang sebagai upaya untuk menarik pemilih kulit hitam dan memberi energi pada basis partai.
Kredensial Harris dalam penegakan hukum dan pendekatan sentris juga dipandang sebagai aset yang dapat menarik pemilih yang ragu-ragu untuk menjauh dari Trump, meskipun sejarahnya juga mengguncang sayap progresif partai tersebut.
Dalam debat tahun 2019, Harris juga menantang Biden dalam hal pemilihan umum, sebuah momen viral yang menurut banyak orang mungkin akan mengakhiri peluangnya untuk menjadi wakil presiden begitu Biden menjadi calon dari partai tersebut.
Dengan mundurnya Biden dan diusung nama Harris, akankah hal ini menjadi peluru penembus untuk mampu mengalahkan Trump di Pemilu AS?
Di sisi lain, Mantan Presiden AS sekaligus kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump pada Minggu (21/7/2024) menyebut bahwa Wakil PresidenKamala Harris akan lebih mudah dikalahkan dalam pemilu November 2024 dibandingkan Presiden Demokrat Joe Biden yang telah memutuskan untuk mundur dari Pemilu AS sebagai kandidat dari partainya.
“Harris akan lebih mudah dikalahkan dibandingkan Joe Biden,” kata Trump dikutip dari Arab News, Senin (22/7/2024).
Adapun Konvensi Nasional Demokrat dijadwalkan berlangsung di Chicago pada 19 hingga 22 Agustus 2024, di mana akan diputuskan siapa yang akan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden tahun itu.