Biden Makin Didesak untuk Mundur dari Pemilu Presiden AS, Kenapa?
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden semakin didesak untuk mundur dari pemilu presiden AS. Hal itu menyusul kondisi fisiknya yang semakin tua dan memunculkan kekhawatiran atas penurunan kognitifnya.
Debat Biden melawan saingannya Donald Trump baru-baru ini tampaknya telah membenarkan ketakutan terburuk sebagian orang. Kritikus mengatakan presiden tertua dalam sejarah AS berada dalam kondisi penurunan kognitif.
Itu karena dua minggu lalu, Biden muncul dalam debat yang disiarkan secara nasional dalam kondisi fisik yang lemah, bingung, dan kebingungan.
Dilansir dari Xinhua, Sabtu (13/7/2024), beberapa anggota partai Biden kini menyerukan agar presiden mundur dari pemilu presiden. Lebih dari 10 anggota DPR dari Partai Demokrat telah mendesak Biden untuk mundur, dan Senator Vermont Peter Welch menjadi senator Partai Demokrat pertama yang mengajukan permintaan ini.
“Orang-orang di dalam partai Biden sendiri menyerukan agar dia mundur dan membiarkan konvensi Partai Demokrat memilih kandidat lain untuk pemilu tiga bulan melawan Trump,” kata Anggota Senior Brookings Institution Darrell West kepada Xinhua.
Pada hari Rabu, mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, sekutu lama Biden, tidak menjawab secara langsung ketika ditanya apakah dia mendukung kelanjutan kampanye Biden. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa "terserah presiden untuk memutuskan apakah ia akan mencalonkan diri" dan mencatat bahwa "waktunya semakin singkat."
















