Dikutip dari BBC, Robinson ditangkap setelah seorang anggota keluarganya mengenali dari rekaman kamera pengawas, sebuah perkembangan yang disebut penyelidik sebagai titik balik dalam mengakhiri perburuan nasional.
Anggota keluarga tersebut ternyata adalah ayah Robinson, yang mendorongnya untuk menyerahkan diri, menurut laporan mitra BBC di AS, CBS News, yang mengutip dua sumber penegak hukum. Sang ayah kemudian menghubungi seorang teman keluarga yang memberi tahu kantor sheriff.
Dalam konferensi pers Jumat (12/9) terkait pengumuman penangkapan itu, pejabat FBI menolak membahas latar belakang Robinson, pandangan politiknya, atau kemungkinan motif, dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.
"Kami yakin kami telah menahan orang yang tepat," kata juru bicara FBI, "tetapi kami masih berupaya mengungkap gambaran penuh tentang siapa dia dan mengapa dia bertindak demikian," sambungnya.
Gubernur Utah, Spencer Cox, mengatakan seorang anggota keluarga yang diwawancarai penyelidik menyatakan bahwa Robinson menjadi "lebih politis" dalam beberapa tahun terakhir.
Kerabat tersebut juga menyebutkan bahwa saat makan malam sebelum penyerangan, Robinson mengatakan Kirk "penuh kebencian dan menyebarkan kebencian" serta menyinggung acara Kirk yang akan digelar di Utah Valley University (UVU).
"Mereka membicarakan alasan mengapa mereka tidak menyukai dia dan pandangan-pandangan yang dimilikinya," kata Cox, merujuk pada percakapan tersebut.
Berdasarakan catatan publik menunjukkan bahwa Robinson sebelumnya terdaftar sebagai pemilih independen atau nonpartisan di Utah. Orang tuanya, Matthew Carl Robinson dan Amber Denise Robinson, tercatat sebagai pemilih Partai Republik, menurut catatan negara bagian.
Robinson sendiri tidak terdaftar sebagai mahasiswa di UVU, lokasi penembakan. Dalam sebuah pernyataan, Utah Board of Higher Education mengatakan bahwa Tyler James Robinson adalah mahasiswa tahun ketiga di program magang kelistrikan di Dixie Technical College.
"Ia sebelumnya sempat menempuh satu semester di Utah State University pada 2021 dan memperoleh kredit ganda melalui Utah Tech University saat masih di sekolah menengah antara 2019 dan 2021," tambah pernyataan itu.
Akun media sosial menunjukkan ayah Robinson menjalankan bisnis pemasangan meja dapur dan lemari, sementara ibunya bekerja sebagai pekerja sosial. Keluarga tersebut menganut agama Mormon dan aktif di gereja setempat.
Penyelidik mengatakan Robinson sangat terpengaruh budaya daring, merujuk pada tulisan di selongsong peluru yang terkait kasus ini. Dua selongsong peluru menunjukkan referensi terhadap humor trolling di internet.
Tulisan "notices bulges OwO what's this?" pada selongsong peluru yang ditembakkan diyakini merujuk pada "copypasta" — teks yang sering diulang-ulang untuk mengejek orang di internet. Selongsong lain yang belum ditembakkan bertuliskan "If you read this, you are gay lmao" — juga merupakan lelucon trolling.
Sementara itu, selongsong peluru lain bisa ditafsirkan sebagai simpati terhadap Antifa, gerakan anti-fasis yang longgar, terdiri atas aktivis sayap kiri di AS yang dalam dekade terakhir kerap melakukan demonstrasi menentang kebijakan Trump dan kelompok sayap kanan.
Salah satu selongsong yang belum ditembakkan bertuliskan "Hey fascist! Catch!" disertai simbol panah ke atas, ke kanan, dan tiga panah ke bawah.
Tiga panah ke bawah sendiri adalah simbol umum anti-fasisme. Secara keseluruhan, kombinasi panah itu bisa juga merujuk pada urutan kontrol dalam video game — meski hal ini masih belum jelas, dan pihak berwenang belum merilis gambar selongsong peluru tersebut.
Selongsong lain bertuliskan lirik lagu "Bella Ciao", lagu perlawanan yang menghormati partisan Italia era Perang Dunia II yang melawan Nazi Jerman.
Pihak berwenang mengatakan Robinson juga aktif di Discord, platform media sosial yang awalnya digunakan para gamer, namun kini populer di berbagai komunitas lain.
Rekan sekamarnya dilaporkan menunjukkan kepada penyelidik serangkaian pesan di Discord dari kontak bernama "Tyler" yang menyebutkan soal titik penurunan senapan serta instruksi untuk mengambil dan menyembunyikan senjata tersebut.
Discord kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa akun Robinson telah ditangguhkan. "Kami telah menghapus akun tersangka karena melanggar kebijakan perilaku di luar platform kami," bunyi pernyataan itu.
Untuk saat ini Robinson tetap ditahan, sembari jaksa menyiapkan tuntutan resmi. Penyelidikan terkait latar belakang, motif, dan kemungkinan afiliasinya masih berlanjut dalam kasus yang disebut pejabat sebagai salah satu pembunuhan politik paling menonjol dalam sejarah terbaru AS.
Diketahui, Charlie Kirk (31) tewas setelah ditembak dalam sebuah acara di Utah Valley University (UVU), Orem, Utah, AS, Kamis (11/9) dini hari WIB.
Kirk yang dikenal aktivis konservatif sekaligus pendiri Turning Point USA, merupakan sekutu dekat Presiden Donald Trump. Ia sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi, namun nyawanya tidak tertolong.