Jemaah asal Kabupaten Langkat saat akan diberangkatkan ke Jeddah kemudian diterbangkan ke Tanah Air, Selasa (2/6/2026) (Foto: MCH 2026).
MAKKAH, (ERAKINI) - Sebanyak 358 jemaah haji asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mulai dipulangkan ke Tanah Air menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada Selasa (2/6/2026). Proses kepulangan jemaah mendapat pendampingan langsung dari Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Koordinator Akomodasi Sektor 6 Jarwal Makkah, Trinanda Pamungkas, mengatakan bahwa pada hari tersebut terdapat dua kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan kembali ke Indonesia dari hotel nomor 603 dan 605 di kawasan , Makkah.
Menurut dia, sebanyak 358 jemaah yang menempati hotel 603 seluruhnya berasal dari Kabupaten Langkat dan tergabung dalam Kloter KNO 2.
"Alhamdulillah untuk kepulangan di jadwal hari ini tuh ada satu kepulangan di 603 sama di 605, satu kepulangan. Jadi totalnya dua kepulangan dengan KNO 2 di 603 sejumlah 358 jemaah," ujar Trinanda kepada tim Media Center Haji (MCH) saat ditemui di Hotel 603 Jarwal, Makkah, Selasa (2/6/2026).
Trinanda menjelaskan, para jemaah akan diberangkatkan dari Bandara Jeddah menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
"Untuk maskapainya, Garuda. Jadwal penerbangannya sekitar jam 19.00 malam," ucapnya.
Ia menuturkan, secara umum proses pelayanan dan persiapan kepulangan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tetapi, petugas harus bekerja ekstra karena banyaknya jumlah jemaah yang harus dilayani.
"Alhamdulillah untuk sementara kendala di lapangan tidak ada hal yang signifikan dan menonjol. Untuk keseluruhan pada umumnya aman dan tertib," ucapnya.
Sebelum proses keberangkatan, petugas terlebih dahulu melakukan koordinasi dan konsolidasi internal guna memastikan seluruh jemaah siap diberangkatkan. Selain itu, petugas juga melakukan penyisiran ke setiap kamar hotel untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal.
"Kita melakukan penyisiran sweeping ke kamar-kamar, ditakutkan ada jemaah yang tertinggal atau terkunci di dalam kamar. Jadi, dari pihak kami, tim akomodasi, menyisir hotel," ujarnya.
Trinanda mengatakan, Sektor 6 saat ini menangani total sembilan kloter jemaah haji. Dari jumlah tersebut, dua kloter telah memasuki fase pemulangan sehingga masih tersisa tujuh kloter yang akan diberangkatkan secara bertahap menuju Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.
Menurut dia, proses pemulangan jemaah dari sektor tersebut akan berlangsung hingga 10 Juni 2026.
"Selamat pulang ke Tanah Air, semoga selamat sampai tujuan. Selamat bertemu keluarga, semoga menjadi haji yang mabrur," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang jemaah asal Kabupaten Langkat, Siti Mardiah binti Akum Tarigan (70), mengaku bahagia karena akhirnya dapat kembali ke Indonesia setelah lebih dari 40 hari berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.
Mardiah mengatakan seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankannya dengan baik, termasuk melempar jumrah di Jamarat dan melaksanakan thawaf secara mandiri.
Namun demikian, Mardiah engaku juga merasakan kesedihan karena harus meninggalkan Tanah Suci. Perasaan itu bercampur dengan kebahagiaan karena akan segera bertemu kembali dengan keluarga di kampung halaman.