MAKKAH, (ERAKINI) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah mengimbau pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak menggelar city tour ke luar Tanah Haram menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah agar tidak kelelahan sebelum memasuki rangkaian ibadah utama haji.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daker Makkah, Erti Herlina, mengatakan pimpinan KBIHU diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada jemaah terkait kebijakan tersebut.
“Para pembimbing ibadah KBIHU kami imbau untuk tetap mengikuti aturan yang sudah kami terapkan di Arab Saudi terkait kegiatan city tour,” ujar Erti saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Makkah, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, KBIHU masih diperbolehkan menggelar city tour di dalam Kota Makkah. Sejumlah lokasi yang dapat dikunjungi di antaranya Museum Wahyu dan Museum Al-Qur’an di Jabal Nur, serta Museum Haramain yang menyimpan dokumentasi sejarah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Selain soal city tour, Erti juga mengingatkan pimpinan KBIHU untuk mengedukasi jemaah terkait pelaksanaan umrah sunnah. Ia menegaskan, PPIH Arab Saudi hanya memperbolehkan jemaah melakukan umrah sunnah maksimal tiga kali sebelum Armuzna.
Bagi KBIHU yang akan memfasilitasi jemaah untuk kegiatan city tour maupun umrah sunnah, diminta untuk melapor kepada kepala sektor masing-masing. Laporan tersebut harus memuat tujuan perjalanan serta jumlah jemaah yang mengikuti kegiatan.
Menurut Erti, hal ini penting untuk memastikan pengawasan berjalan dengan baik, termasuk memastikan jumlah jemaah saat berangkat dan kembali tetap sama.
“Ketika jemaah berangkat dan pulang harus dengan jumlah yang sama. Pimpinan KBIHU juga harus memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan jemaah,” katanya.