Jemaah haji asal Papua Selatan, Rahmat Murhan (Foto: MCH 2026).
MAKKAH, (ERAKINI) - Sejumlah jemaah haji Indonesia mengaku merasakan peningkatan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Salah satu apresiasi datang dari Rahmat Murhan, jemaah haji asal Papua Selatan yang tergabung dalam Kloter 29 UPG Embarkasi Makassar.
Rahmat menilai pelayanan petugas haji tahun ini berjalan lebih baik dan tertata dibandingkan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, kelancaran pergerakan jemaah selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi salah satu faktor yang memberikan kenyamanan bagi jemaah.
"Kalau untuk pelayanan sudah sangat bagus, terutama sama petugas-petugasnya semua adalah, ya pokoknya untuk jemaah bagus semua," ujar Rahmat saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Senin (1/6/2026).
Rahmat mengatakan, pengaturan pergerakan jemaah selama puncak ibadah haji berlangsung lancar. Ia merasakan langsung manfaat kebijakan yang diterapkan pemerintah, khususnya saat proses perpindahan dari Arafah menuju Mina melalui Muzdalifah.
Menurut dia, skema murur yang diterapkan pada musim haji tahun ini sangat membantu jemaah karena tidak perlu turun dan bermalam di Muzdalifah setelah melewati tengah malam. Dengan sistem tersebut, bus langsung membawa jemaah melintas menuju Mina.
"Armuznanya, ya semua bagus kalau untuk armuznanya. Kemarin karena kebetulan dari rakeen pengaturannya kita kemarin tidak sempat mabit di Musdalifah. Kita murur saja, menumpang lewat, karena posisinya sudah lewat tengah malam," kata Rahmat.
Skema murur merupakan sistem pergerakan jemaah menggunakan bus yang melintas di Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan.
Kebijakan ini diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi guna mengurangi kepadatan serta menjaga keselamatan jemaah.
Rahmat menilai kebijakan tersebut membuat proses perjalanan menjadi lebih nyaman dan terhindar dari antrean panjang yang berpotensi menimbulkan kelelahan.
Pria berbadan tegap ini membandingkan pelayanan haji yang diterimanya dengan cerita dari para jemaah yang pernah berhaji pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau untuk tahun-tahun sebelumnya katanya sihagak, ya tidak sebagus yang sekarang. Kalau yang sekarang ya, lebih bagus yang sekarang ini," ujarnya.
Selain layanan transportasi dan pergerakan jemaah selama Armuzna, Rahmat turut mengapresiasi fasilitas akomodasi yang ditempatinya di kawasan Syisyah, Makkah.
Menurut dia, kondisi hotel yang ditempati cukup baik dan mendukung kenyamanan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji hingga menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia.
"Kalau untuk fasilitas hotel yang sekarang kita tinggal ini ya lumayan bagus. Kalau secara umum semua global, untuk pelayanan bagus semua," kata Rahmat.
Namun demikian, Rahmat memberikan masukan untuk penyelenggaraan haji pada masa mendatang. Ia berharap jumlah penghuni dalam satu kamar hotel dapat dibatasi agar kenyamanan jemaah semakin meningkat.
Menurut dia, kapasitas kamar yang ideal adalah empat orang sehingga ruang gerak dan sirkulasi udara di dalam kamar dapat lebih terjaga.
"Kalau untuk perbaikan ke depan sih, mungkin masalah kamar saja sih. Kamar untuk jemaahnya mungkin kalau bisa 4 orang di dalam. Jangan sampai 5 atau 6. Itu saja sih, Pak," tuturnya.