Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata Sementara, Jeda 4 Hari
Akhmad Baihaqi Arsyad
RAMALLAH - (ERAKINI) - Israel dan Hamas mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dan pembebasan sandera pada Rabu (22/11/2023) pagi.
Berdasar kesepakatan perjanjian yang ditengahi Qatar itu, 50 warga Israel yang ditahan oleh Hamas akan dibebaskan sebagai ganti atas pembebasan 150 tahanan Palestina di penjara Israel, menurut laporan media Israel.
Kesepakatan itu juga meliputi jeda pertempuran selama 4 hari dan masuknya 300 truk berisi bantuan kemanusiaan, termasuk bahan bakar, ke Jalur Gaza.
Kesepakatan itu juga memungkinkan perpanjangan jeda dan potensi pembebasan lebih banyak anak-anak dan perempuan yang ditahan oleh kedua belah pihak.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu (22/11/2023) menyambut kesepakatan jeda kemanusiaan di Jalur Gaza.
"Presiden Abbas dan para pemimpin menyambut kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan," kata Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hussein Al-Sheikh dalam sebuah pernyataan.
"Kami mengapresiasi upaya yang dibuat Qatar dan Mesir, dan kembali menyerukan penghentian agresi terhadap rakyat secara komprehensif, pemberian bantuan kemanusiaan, dan penerapan solusi politik berdasarkan legitimasi internasional, yang mengarah pada diakhirinya pendudukan, sementara rakyat memperoleh kebebasan, kemerdekaan dan kedaulatan mereka," tambahnya.

















