PBB: Lebih dari 376.000 Warga Palestina yang Mengungsi Telah Kembali ke Gaza Utara
Akhmad Baihaqi Arsyad







“Lebih dari 376.000 orang diperkirakan telah kembali ke tempat asal mereka di Gaza utara, menyusul penarikan pasukan Israel dari dua jalan utama di sepanjang koridor Netzarim” yang mengarah ke utara, kata OCHA dalam laporan kemanusiaan terkini dikutip dari Arab News, Rabu (29/1/2025).
Banyak warga Palestina mengatakan mereka senang bisa kembali, meskipun rumah mereka di Gaza utara kemungkinan besar rusak atau hancur. Yang lain mengatakan perasaan itu sangat pahit, karena hampir setiap orang mempunyai teman atau kerabat yang dibunuh oleh Israel selama perang 15 bulan melawan Hamas.
“Ini adalah tanah air kami dan kami harus kembali,” kata salah satu perempuan pengungsi, Ola Saleh.
Para pengungsi Palestina tersebut berjalan di sepanjang jalan utama menuju Gaza utara, membawa apa yang mereka bisa saat kembali ke rumahnya, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Selasa (28/1/2025).
Pada Senin (27/1/2025) pagi, warga Palestina yang mengungsi – berkumpul dan menyimpan barang-barang mereka di dalam karung dan kantong plastik – mulai menuju ke utara dengan berjalan kaki melalui Koridor Netzarim yang didirikan Israel, yang membagi dua jalur tersebut.
Israel membuka penghalang jalan di sepanjang Koridor Netzarim menyusul kesepakatan antara Hamas dan Israel untuk pembebasan enam tawanan lagi.
PBB telah memberikan peringatan bahwa kebutuhan di lapangan masih sangat besar. Koresponden Al Jazeera di Gaza melaporkan bahwa warga Palestina tidak menemukan apa pun selain kehancuran saat kembali ke wilayah utara wilayah tersebut.
Pelapor khusus PBB dan pakar independen mengatakan, penindasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki semakin meningkat dan tidak terlihat akan berakhir.
Seperti diketahui, perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 47.317 warga Palestina dan melukai 111.494 orang sejak 7 Oktober 2023. Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan pimpinan Hamas hari itu dan lebih dari 200 orang ditawan.
