Ilustrasi - Mengenal virus mematikan 'West Nile' yang baru-baru ini menyerang wilayah Israel hingga menyebabkan kematian. Virus ini diketahui berawal dari gigitan nyamuk. (Foto: Pixabay)
JAKARTA, (ERAKINI) – Saat ini Israel tengah dilanda virus mematikan ‘West Nile’. Virus ini telah menjangkit lebih dari 150 orang dan juga menelan korban jiwa. Menurut Kementerian Kesehatan Israel pada hari Rabu (3/7/2024), sebanyak 153 orang telah didiagnosis mengidap , dan 11 orang meninggal karena penyakit tersebut.
Dikutip dari Jerusalem Post Kamis (4/7/2024), sebagian besar pasien berasal dari wilayah tengah negara tersebut. Umumnya, sekitar 80% dari mereka yang terinfeksi tidak mengalami gejala demam West Nile. Sementara sekitar 20% dari mereka yang terinfeksi akan mengalami berbagai tingkat gejala.
West Nile merupakan virus RNA dalam genus Flavivirus, sebagaimana dilansir dari laman clevelandclinic.org. West Nile serupa dengan virus yang menyebabkan demam berdarah, Zika dan demam kuning.
Nama West Nile diambil dari nama sebuah distrik di Uganda yang mana menjadi tempat pertama kalinya virus ini teridentifikasi. Selain itu, virusWest Nile juga pernah menjangkit beberapa wilayah dunia lainnya seperti Afrika, Eropa, Asia, Amerika Utara, Australia hingga Timur Tengah.
VirusWest Nile secara umum dianggap penyakit yang ringan tapi bisa mengakibatkan sakit parah hingga kematian. Virus tersebut diketahui berasal dari burung yang mulanya digigit oleh nyamuk. Virus muncul saat nyamuk menggigit burung dan akhirnya menularkan virusWest Nile pada burung tersebut.
Namun demikian, sejauh ini belum ada bukti bahwa manusia bisa tertular virus tersebut langsung dari burung. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa virusWest Nile ini menyebar melalui nyamuk ke manusia.
Terkait masa inkubasi atau lamanya waktu sebelum manusia atau hewan merasakan gejala, virusWest Nile memiliki 2 hingga 6 hari usai digigit nyamuk. Penularan virus ini bisa dari ibu hamil ke janinnya, ibu yang menyusui anaknya hingga transfusi darah dan transplantasi organ.
Mengutup Arab News Kamis (4/7/2024), nyamuk yang terinfeksi virusWest Nile telah terdeteksi di wilayah metropolitan Tel Aviv, kota resor Laut Merah Eilat, dan wilayah lainnya, kata kementerian kesehatan dan perlindungan lingkungan negara itu dalam pernyataan bersama pada hari Rabu (3/7/2024).
Nyamuk yang terinfeksi ditemukan di kota Tel Aviv di Mediterania, kota terdekat Herzliya, Petah Tikva, dan Kiryat Ono, desa-desa dekat kota pesisir Netanya, dan di Eilat dan Dewan Regional Hevel Eilot di Israel selatan.
Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel menginstruksikan pemerintah daerah yang terlibat untuk meningkatkan upaya pemantauan dan pemberantasan, dan sekali lagi meminta masyarakat untuk melindungi diri dari nyamuk.
Manusia yang terinfeksi virusWest Nile akan mengalami berbagai tingkat gejala seperti:
- demam,
- rasa tidak enak badan,
- sakit kepala,
- nyeri tubuh.
Namun, ada pula yang terjangkit namun tanpa gejala sama sekali.