Iran Sebut AS Sulit Dipercaya, China Diminta Turun Tangan Redakan Konflik
Akhmad Baihaqi Arsyad
NEW DELHI, (ERAKINI) - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Iran menegaskan bahwa minimnya rasa percaya terhadap Amerika Serikat menjadi penghalang utama dalam upaya negosiasi mengakhiri konflik yang terus memanas.
Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri konferensi pers di New Delhi, India. Ia menegaskan bahwa Teheran masih meragukan keseriusan Washington dalam mencapai kesepakatan damai yang adil dan seimbang. “Iran akan melanjutkan pembicaraan apabila Amerika Serikat benar-benar menunjukkan komitmen untuk mencapai kesepakatan yang setara,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait program nuklir dengan menyebutnya sebagai “proposal sampah”. Meski Iran telah menawarkan sejumlah konsesi dalam program nuklirnya, Washington tetap menuntut penghentian pengayaan uranium tingkat tinggi dan memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa program nuklir mereka murni bertujuan damai dan untuk kepentingan energi sipil.
China Berpotensi Jadi Penengah Konflik
Dalam pernyataannya, Iran membuka peluang bagi negara lain untuk membantu meredakan ketegangan, terutama . Teheran menilai Beijing memiliki rekam jejak diplomatik yang cukup baik, termasuk saat membantu memulihkan hubungan dan Arab Saudi beberapa waktu lalu.

















