Jumlah korban tewas dalam kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, bertambah menjadi 55 orang, termasuk dua WNI. Foto: BBC
HONG KONG, (ERAKINI) – Jumlah korban tewas dalam kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, bertambah menjadi 55 orang, termasuk dua warga negara Indonesia (). Sementara itu, sekitar 300 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa dua pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor domestik menjadi korban tewas dalam kebakaran tersebut, dan dua lainnya mengalami luka-luka. Namun identitas kedua korban belum teridentifikasi.
“Dari hasil koordinasi intensif KJRI Hong Kong dengan pihak kepolisian Hong Kong, diperoleh informasi hingga saat ini ada dua WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” tulis Kemlu RI dalam keteranagannya, Kamis (27/11).
Koordinator Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong, Sringatin, kepada BBC mengatakan bahwa setidaknya tujuh WNI yang tinggal di blok apartemen itu, masih hilang.
Yul Edison, Konsul Jenderal RI di Hong Kong, menyebut timnya sedang mencari warga Indonesia itu di beberapa tempat penampungan sementara.
Hong Kong memiliki lebih dari 367.000 pekerja rumah tangga asing, dan 97% di antaranya berasal dari Filipina dan Indonesia.
Belum ada korban warga Filipina yang terkonfirmasi, namun Wakil Konsul Filipina, Jose Angelo Manuel, mengatakan kepada CNN bahwa ada informasi tak terverifikasi bahwa beberapa pekerja domestik Filipina mungkin terjebak di dalam gedung.
Diketahui, pekerja rumah tangga di Hong Kong diwajibkan secara hukum untuk tinggal bersama majikan. Mereka biasanya menangani tugas memasak, membersihkan, mengasuh anak, serta merawat lansia.
Kebakaran dahsyat yang melalap tujuh dari delapan blok hunian itu pada dasarnya sudah terkendali, menurut Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee. Namun, hingga malam hari, petugas pemadam kebakaran masih berjuang menaklukkan titik-titik api yang tersisa. Sementara asap tebal terus membubung dari gedung-gedung yang menghitam.
Banyak Korban Belum Teridentifikasi
Wang Fuk Court dihuni sekitar 4.600 orang, berdasarkan data sensus terbaru. Belum diketahui berapa banyak penghuni yang berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi pada Rabu (26/11) pukul 14.51 waktu setempat.
Menurut sensus 2021, hampir 40% penghuni komplek atau sekitar 1.800 orang, merupakan warga berusia 65 tahun ke atas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa banyak penghuni lansia mungkin kesulitan menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
Pihak berwenang menyebut kebakaran menyebar secara tidak biasa cepat. Polisi juga menemukan material jaring dan lembaran plastik yang menutupi bagian luar gedung tidak bersifat tahan api, sehingga diduga memperparah penyebaran api.