Sedikitnya 44 orang tewas dalam kebakaran hebat yang melalap kompleks rumah susun Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Reuters
HONG KONG, (ERAKINI) – Sedikitnya 44 orang tewas dalam kebakarandahsyat yang melalap kompleks rumah susun Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Sebanyak 279 orang masih belum ditemukan, sementara upaya pemadaman terus berlangsung lebih dari 18 jam sejak api pertama kali muncul.
Mengutip BBC, polisi telah menangkap tiga eksekutif perusahaan konstruksi atas dugaan pembunuhan tidak sengaja terkait penggunaan bahan mudah terbakar, seperti jaring dan lembaran plastik, yang diduga mempercepat penyebaran api.
Lebih dari 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menaklukkan kebakaran yang telah diklasifikasikan sebagai level lima, kategori paling serius di Hong Kong. Seorang bayi dan seorang perempuan lanjut usia berhasil diselamatkan dalam operasi penyelamatan larut malam.
Ribuan Warga Dievakuasi, Ratusan Masih Belum Terlacak
Lebih dari seribu warga sudah dievakuasi saat kobaran api terus merambat ke sejumlah blok apartemen. Polisi juga memindahkan warga dari gedung-gedung sekitar untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.
Mahasiswa Thomas Liu, salah satu saksi mata, mengatakan ia merasakan panas menyengat dan asap pekat saat mendekat ke lokasi. “Ini bencana. Saya melihat satu jenazah dibawa pergi,” katanya kepada BBC.
Anggota Dewan Distrik Tai Po, Mui Siu-fung, menyebut banyak warga yang mengaku tak bisa menghubungi kerabat mereka. “Mereka mengirim pesan atau menelepon kami, mengatakan keluarga mereka masih di dalam atau hilang,” ujarnya.
Di lokasi, api masih tampak menyala dari beberapa unit apartemen sementara warga menunggu kabar keluarga mereka yang belum diketahui nasibnya.
Sejumlah warga menggambarkan kepanikan saat kebakaran terjadi. Harry Cheung (66), yang telah tinggal lebih dari 40 tahun di blok dua Wang Fuk Court, mengatakan mendengar suara ledakan keras lalu melihat api membubung dari blok dekat rumahnya.
“Saya hanya berpikir untuk menyelamatkan barang-barang saya. Sekarang saya tidak tahu harus tidur di mana malam ini,” katanya kepada Reuters.
Seorang perempuan bernama Kam, penghuni kompleks di sebelahnya, mengatakan beberapa temannya sudah ditemukan selamat, tetapi sebagian lainnya masih hilang. Ia menyebut salah satu temannya mungkin sedang tidur siang ketika kebakaran mulai terjadi.
Warga lain, Jason Kong (65), menerima telepon dari tetangganya yang mengaku masih terjebak di salah satu menara. “Saya hancur. Banyak tetangga dan teman saya di sana. Semuanya terbakar. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,” ujarnya.
Seorang nenek yang tinggal di salah satu blok terdampak mengaku sedang tidak di rumah saat kejadian, tetapi kini ia takut karena apartemennya tidak diasuransikan. “Saya sangat sedih karena tidak punya rumah untuk kembali,” katanya kepada BBC.
Penyebab Kebakaran
Api diyakini cepat menyebar akibat perancah bambu yang menyelimuti bangunan yang sedang direnovasi. Hal ini memicu kritik keras dari warga.
“Kalau terjadi kebakaran hutan, mereka kirim helikopter dan menjatuhkan bom air. Kenapa tidak ada upaya seperti itu sekarang?” kata Poon, warga Wang Fuk Court berusia enam puluhan, kepada SCMP. “Kami dekat sekali dengan pos pemadam ini, tetapi api malah semakin besar. Saya kecewa.”
Ia juga menyesalkan minimnya arahan dari pemerintah mengenai tempat mencari bantuan. Beberapa warga Tai Po tampak membawa selimut dan perlengkapan lain untuk membantu para korban yang mengungsi.
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, mengatakan pemerintah sedang membantu warga terdampak. Namun banyak warga menilai penanganan pemerintah tidak memadai.
“Pemerintah tidak kompeten,” ujar seorang warga. “Kami sangat hancur hati. Kami hanya berharap tidak ada korban tambahan,” tambahnya.