Kematian Akibat Virus Marburg di Rwanda Bertambah, Para Ilmuwan Kebut Uji Vaksin
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Virus mematikan Marburg yang menyebar di Rwanda hingga menewaskan beberapa orang belum ada pengobatannya hingga saat ini. Para peneliti saat ini berpacu dengan waktu untuk menyebarkan vaksin dan pengobatan terhadap virus mematikan yang sedang merajalela di Rwanda tersebut.
Kasus kematian akibat virus yang menyebabkan penyakit demam berdarah mirip Ebola ini pun mengalami peningkatan. telah melaporkan, ada 27 kasus dengan kasus kematian menjadi sembilan orang per 30 September 2024. yang mewabah di ini sebagian besar menginfeksi tenaga kesehatan yang bekerja di Kigali atau ibu kota negara tersebut.















