Mengenal Virus Marburg, Tanda-Tanda Infeksi, Penularan hingga Pencegahannya
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Virus mematikan Marburg telah menelan 8 korban jiwa di Rwanda. Marburg yang sangat menular, mirip Ebola dilaporkan di Rwanda menyusul hanya beberapa hari setelah negara tersebut mengumumkan wabah demam berdarah mematikan yang belum memiliki vaksin atau pengobatan resmi tersebut.
Virus Marburg seperti Ebola yang berasal dari kelelawar buah dan menyebar ke manusia melalui kontak dekat dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau dengan permukaan, seperti seprai yang terkontaminasi.
Menurut pihak WHO, Wabah Marburg dan kasus di masa lalu telah tercatat di Tanzania, Guinea Khatulistiwa, Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan, Uganda dan Ghana.
Virus langka ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967 setelah menyebabkan wabah penyakit secara bersamaan di laboratorium di Marburg, Jerman, dan Beograd, Serbia. Tujuh orang meninggal karena terpapar virus tersebut saat melakukan penelitian terhadap monyet.
Berikut ini hal yang perlu diketahui tentang virus Marburg, melansir Medical Daily!
Tanda-tanda infeksi virus Marburg
Infeksi virus Marburg dimulai dalam 2 hari hingga tiga minggu setelah terpapar. Pasien mungkin mengalami berbagai gejala seperti demam, menggigil, dan sakit kepala, disertai nyeri otot dan ruam khas berupa benjolan datar dan menonjol, sering kali terkonsentrasi pada batang tubuh.
Tanda-tanda lainnya termasuk nyeri dada, sakit tenggorokan, dan masalah pencernaan seperti mual, muntah, dan diare. Namun, seiring perkembangan penyakit, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk gagal hati, delirium, syok, pendarahan, dan disfungsi multi-organ.

















