Penyebab Kecelakaan Pesawat Jeju Air Diduga Akibat Menabrak Sekawanan Burung
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel), pada Minggu (28/12/2024) mewaskan sebanyak 120 orang. Namun, pencarian korban masih terus dilakukan mengingat kondisi pesawat yang hancur setelah meledak.
Pesawat Jeju Air jenis jet Boeing 737-800, yang mengangkut 181 penumpang dan enam awak, mengalami kecelakaan saat mendarat pada pukul 09.07 waktu setempat (07.07 WIB). Pesawat tergelincir keluar dari landasan pacu dan menabrak pagar bandara, yang kemudian menyebabkan kebakaran hebat. Insiden tersebut terjadi sekitar 288 km barat daya ibu kota Seoul, di Bandara Internasional Muan.
Menurut laporan kantor berita Yonhap yang mengutip tim pemadam kebakaran setempat, petugas masih berusaha memastikan angka korban jiwa yang akurat, mengingat proses evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.
Sejauh ini, dugaan awal menyebutkan bahwa pesawat Jeju Air tersebut kemungkinan besar menabrak sekawanan burung saat hendak mendarat. Kondisi ini membuat pesawat tergelincir hingga menabrak pagar bandara.
Yonhap mengutip otoritas bandara yang mengatakan roda pendaratan mungkin tidak berfungsi karena serangan burung. Sedangkan kantor berita News1 melaporkan, seorang penumpang mengirim pesan kepada kerabatnya dan mengatakan ada burung yang tersangkut di sayap pesawat.
Pesan terakhir orang tersebut adalah, "Haruskah saya mengucapkan kata-kata terakhir saya? "Serangan burung adalah salah satu dari beberapa teori yang belum diverifikasi," kata seorang pejabat dari departemen penerbangan kementerian transportasi, seraya menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
















