Search

Layani Jemaah Haji Dunia, Adahi Sembelih 400 Ribu Hewan Dam per Hari

MAKKAH, (ERAKINI) - Tempat pemotongan hewan kurban dan dam di Arab Saudi, Adahi, kembali ditunjuk Kerajaan Arab Saudi untuk melayani penyembelihan hewan kurban dan dam jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelali, mengatakan kapasitas penyembelihan hewan dam di fasilitas tersebut mencapai 400 ribu ekor per hari selama musim haji.

“Per hari lebih dari 400 ribu Ya, lebih dari 300 ribu,” ujar Seraj saat menerima wartawan dari sejumlah negara, termasuk tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Makkah, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, Adahi sebenarnya mampu menangani pesanan dalam jumlah lebih besar hingga 1,5 juta ekor hewan. Namun, kapasitas penyimpanan yang tersedia saat ini hanya mencapai sekitar 1,2 juta ekor.

Menurut Seraj, operasional penyembelihan dan pengolahan hewan dam di Adahi ditangani sekitar 17.000 pegawai.

Seraj menuturkan, Adahi hanya menangani penyembelihan hewan dam dan kurban berupa domba. Seluruh proses pemotongan hingga pengemasan dilakukan dengan standar kebersihan dan higienitas yang ketat.

Setelah dipotong dan dikemas, daging kemudian didistribusikan ke sejumlah negara yang membutuhkan bantuan pangan.

“Sebenarnya kami mendistribusikan porsi daging ke negara-negara yang membutuhkan berdasarkan kriteria tertentu, delapan kriteria (yang berhak menerima kurban berdasarkan syariat Islam),” kata Seraj.

Seraj menyebutkan, negara yang diprioritaskan sebagai penerima distribusi daging merupakan wilayah terdampak bencana alam, perang, wabah penyakit, maupun kondisi darurat lainnya.

“Jadi kami memiliki kriteria tertentu. Berdasarkan hal itu kami menentukan porsi daging yang akan dikirim ke negara-negara tersebut. Jadi ini tidak konstan, bisa berubah setiap tahun berdasarkan situasi di seluruh dunia,” ujarnya.

Lebih dari itu, Seraj mengungkapkan bahwa daftar negara penerima distribusi daging dam terus berubah mengikuti perkembangan kondisi global dalam beberapa tahun terakhir.

“Selama lima sampai delapan tahun terakhir banyak kondisi yang memengaruhi seluruh dunia, seperti bencana alam, perang, penyakit, dan virus. Jadi tidak tetap, berubah sesuai kondisi setiap tahun,” katanya.

Sementara itu, Indonesia tidak termasuk negara tujuan distribusi daging dam karena adanya regulasi domestik terkait impor daging dari luar negeri.

“Karena otoritas Indonesia tidak mengizinkan daging yang disembelih di luar Indonesia untuk diimpor. Jadi ini karena masalah regulasi, bukan alasan lain. Itu regulasi lokal, bukan dari pihak kami,” ucap Seraj.

Dalam kunjungan yang difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Arab Saudi bersama Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi tersebut, media diajak melihat langsung peralatan dan tempat penyembelihan dan pengolahan hewan dam di fasilitas Adahi di Makkah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, perakatan dan tempat pemotongan dilakukan menggunakan peralatan modern dan sistem terintegrasi. Area penyembelihan utama berada di lantai dasar dengan kapasitas tampung belasan ribu ekor hewan.

Setelah disembelih, hewan diproses di lantai dua untuk pengulitan dan pemisahan bagian-bagian penting daging. Selanjutnya, daging dibawa ke ruang pencucian, freezer, hingga tahap pengemasan sebelum didistribusikan.