Dear Jemaah, Bus Salawat Tak Beroperasi Mulai 11 hingga 19 Juni
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Bus salawat yang selama ini digunakan untuk moda transportasi jemaah haji Indonesia selama di Makkah akan berhenti beroperasi mulai 11 sampai 19 Juni 2024 atau 5 Zulhijah 1445 H. Mulai tanggal itu hingga menjelang puncak seluruh aktivitas jemaah diminta dilakukan di musala hotel atau masjid di sekitar hotel. Bus salawat akan kembali beroperasi pada 20 Juni 2024.
Bus salawat melayani 22 rute untuk mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah ataupun salat lima waktu. Ada 450 bus shalawat yang melayani jamaah.
"Jemaah dapat beristirahat penuh dan mempersiapkan diri menjalani rangkaian puncak haji," kata anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda, di Makkah, Ahad (9/6/2024).
Menjelang puncak haji itu, jemaah juga diminta untuk menyiapkan fisik, kesehatan, Diperkirakan pada puncak haji cuaca di Makkah mencapai 50 derajat celsius.
Menurut Widi, ada 14 Juni 2024, jemaah haji akan berangkat ke Arafah menggunakan bus. Setiap jemaah haji harus memiliki smart card. “Sebelum naik ke bus, petugas akan men-scan smart card jemaah. Setelah lengkap pintu bus akan disegel dengan stiker. Segel pintu bus akan dibuka di depan maktab di Arafah,” kata dia.
Pengetatan ini dilakukan untuk menghindari masuknya jemaah non visa haji yang berusaha menyelundup atau diselundupkan ke bus jamaah haji reguler.
Untuk jemaah haji lansia, disabilitas, dan yang memiliki risiko tinggi secara medis, PPIH menyiapkan skema (melintas) murur di Muzdalifah. Ada kuota 55 ribu jemaah yang mengikuti skema murur atau hanya melintas di Muzdalifah.
Bus murur ini setelah melintas di Muzdalifah langsung ke Mina untuk mengantar jamaha melontar jumrah.
“PPIH akan membekali jamaah batu kerikil sejak jemaah ada di Arafah. Pihak Mashariq menyiapkan kantong berisi kerikil sejumlah 70 buah. Jumlah tersebut cukup untuk keperluan lontar Jumrah Aqobah hingga selesai Nafar Tsani,” kata Widi.

















