Perayaan PSG Juara Liga Champions Berujung Kerusuhan di Paris, Ratusan Orang Ditangkap
Thomas Pulungan







Dilansir BBC, hampir 300 orang ditangkap setelah kerusuhan pecah di sekitar kawasan Champs-Elysees dan Stadion Parc des Princes, markas PSG. Sekitar 50.000 orang menggelar nonton bareng melalui layar besar, untuk menyaksikan kemenangan PSG 5-0 atas Inter Milan.
Dalam perayaan yang liar itu, suar dan kembang api dinyalakan, halte-halte bus dirusak, dan sejumlah mobil dibakar. Kericuhan ini pecah sesaat setelah PSG meraih trofi paling bergengsi dalam sepak bola antarklub Eropa itu untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Meski demikian, mayoritas penggemar merayakan secara damai, dengan bernyanyi dan menari di jalanan atau membunyikan klakson mobil. Menara Eiffel diterangi dengan warna biru dan merah khas PSG.
Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dikenal sebagai pendukung Olympique de Marseille, tetap mengucapkan selamat kepada PSG. “Hari yang gemilang untuk PSG! Bravo, kami semua bangga. Paris, ibu kota Eropa malam ini,” tulis Macron di akun X (Twitter).
Kantor Presiden Macron juga menyatakan bahwa sang presiden akan menjamu para pemain PSG yang baru saja menjadi juara, untuk memberikan ucapan selamat secara langsung pada hari Minggu ini.
Sekitar 5.400 polisi dikerahkan di seluruh Paris untuk mengantisipasi euforia berlebihan dalam pesta kemenangan tersebut. Menurut kepolisian Paris, sebagian besar dari hampir 300 orang yang ditahan diduga memiliki kembang api dan memicu kericuhan.
“Para perusuh di Champs-Elysees berusaha memicu insiden dan berkali-kali terlibat bentrokan dengan polisi dengan melemparkan kembang api berukuran besar dan benda-benda lainnya,” ujar polisi dalam sebuah pernyataan.
Rekaman video yang dibagikan di media sosial, meski belum terverifikasi, menunjukkan kerumunan mencoba membobol beberapa toko di Champs-Elysees, termasuk Chanel dan Foot Locker.
Dilaporkan, polisi antihuru-hara menggunakan meriam air untuk mencegah kerumunan mendekati Arc de Triomphe, serta menembakkan gas air mata ke arah massa.
Bentrok antara polisi dan massa juga terjadi di jalan lingkar Paris. Sedikitnya dua mobil dibakar di dekat Stadion Parc des Princes. Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Retailleau, mengambil sikap tegas terhadap kerusuhan tersebut.
“Pendukung sejati PSG sedang menikmati pertandingan luar biasa tim mereka. Sementara itu, para barbar turun ke jalan-jalan Paris untuk melakukan kejahatan dan memprovokasi polisi,”
tulisnyadi media sosial.
Sementara itu, di luar Paris, polisi melaporkan bahwa sebuah mobil menabrak sekelompok pendukung PSG di kota Grenoble, Prancis tenggara, hingga menyebabkan empat orang terluka. Semua korban berasal dari satu keluarga, dan dua di antaranya mengalami luka serius.
Pengemudi mobil tersebut menyerahkan diri ke polisi dan langsung ditahan. Sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa insiden tersebut diyakini tidak dilakukan secara sengaja.
Tim PSG dijadwalkan menggelar parade kemenangan di Champs-Elysées pada hari ini. Puluhan ribu penggemar diperkirakan akan hadir untuk menyambut tim kesayangan mereka itu.
