Search

Iran Peringatkan Warga Teluk Mengungsi, Serangan Drone dan Rudal Kian Meluas

TEHERAN, (ERAKINI) - Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan kepada warga sipil di wilayah Teluk agar menjauhi area di sekitar pangkalan militer Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya, Iran menuding pasukan AS dan sekutunya menggunakan lokasi sipil sebagai “perisai manusia”, serta mendesak masyarakat segera mengosongkan area tersebut demi keselamatan.

Peringatan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung hampir satu bulan, melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Di lapangan, situasi semakin genting setelah serangan drone menghantam pelabuhan utama di Kuwait. Otoritas setempat melaporkan bahwa Pelabuhan Shuwaikh mengalami kerusakan material, meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Bahrain mengaktifkan sirene peringatan rudal pada Jumat pagi sebagai respons terhadap potensi serangan Iran. Di Qatar, pemerintah juga mengeluarkan peringatan keamanan meskipun belum ada serangan besar dalam beberapa hari terakhir.

Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone yang menyasar target di Israel serta fasilitas militer di kawasan Teluk yang digunakan oleh pasukan AS. Salah satu target yang disebut adalah fasilitas pemeliharaan sistem pertahanan udara Patriot milik AS di Bahrain.

Rangkaian serangan ini mempertegas meluasnya konflik ke wilayah Teluk, yang sebelumnya relatif lebih stabil. Kondisi ini juga meningkatkan kekhawatiran akan dampak terhadap jalur energi global dan keselamatan warga sipil di kawasan.

Dengan peringatan evakuasi yang kini dikeluarkan Iran, situasi di Teluk memasuki fase yang semakin tidak menentu, sementara dunia internasional terus memantau potensi eskalasi konflik yang lebih luas.