Listrik di Gaza Padam, Bayi-Bayi di RS Al-Shifa Meninggal
Akhmad Baihaqi Arsyad
ISTANBUL, (ERAKINI) – Kondisi listrik padam imbas kekurangan bahan bakar minyak (BBM) di tengah pertempuran yang terus berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas Palestina mengakibatkan sebanyak 20 pasien, termasuk di antaranya 6 bayi prematur meninggal dunia di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.
Hal itu disampaikan oleh Direktur RS Al-Shifa Mohamed Abu Slima. "6 bayi prematur dan sembilan orang terluka yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit meninggal dunia hari ini karena pemadaman listrik," katnya, Senin (13/11/2023).
Pada Minggu (12/11/2023), kata dia, 7 pasien dalam perawatan intensif telah kehilangan nyawa mereka di fasilitas medis terbesar di Gaza itu.
“Mereka semua meninggal karena Israel menolak untuk mengizinkan pengiriman bahan bakar minyak untuk rumah sakit. Sekarang, masih ada 33 bayi prematur di rumah sakit," ujar Abu Slima.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (12/11/2023) mengeklaim bahwa pemerintahnya telah menawarkan BBM ke rumah sakit tersebut tetapi pengirimannya dihalangi oleh Hamas.
Serangan udara dan darat oleh tentara Israel tanpa henti menggempur Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan pejuang Hamas pada 7 Oktober 2023.
Hingga saat ini, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 11.100 warga Palestina dan meninggalkan jejak kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah yang diblokade, menurut pihak berwenang Palestina di daerah kantong tersebut. Sementara Israel memperkirakan jumlah korban jiwa di pihaknya hampir 1.200 orang.
















