Serangan Israel ke Teheran diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior Iran lainnya, menurut informasi yang diterima pejabat Israel. Foto: Reuters via The Jerusalem Post
Dilansir The Jerusalem Post, Minggu (1/3/2026), serangan Israel ke Teheran juga menewaskan sejumlah pejabat senior Iran lainnya. Informasi tersebut disampaikan kepada pejabat senior Israel pada Sabtu (1/2/2026) malam. Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan di media sosial, juga meyakini Khamenei tewas pada Sabtu.
Dokumentasi jasad Khamenei dilaporkan telah diperlihatkan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Netanyahu mengatakan terdapat “indikasi yang semakin kuat” bahwa Khamenei tewas, namun tidak memberikan rincian tambahan.
Juru bicara IDF, Effie Defrin, melaporkan bahwa beberapa pejabat tinggi Iran tewas dalam dua serangan yang dilakukan sebelumnya pada hari yang sama. Menurut Defrin, komandan IRGC Mohammad Pakpour, Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh, penasihat Pemimpin Tertinggi IranAyatollah Ali Khamenei yakni Ali Shamkhani, serta Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri, tewas dalam serangan Israel di Teheran.
Sumber Israel dan Iran sebelumnya pada Sabtu juga menyebutkan bahwa serangan ke Iran menewaskan sejumlah komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pejabat politik rezim Islam.
Iran International melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan empat komandan senior intelijen Iran: Javad Pourhossein (kepala unit intelijen luar negeri), Mohammad-Reza Bajestani (kepala unit keamanan), Ali Kheirandish (kepala unit kontra-terorisme), dan Saeed Ehya Hamidi (penasihat perang melawan Israel).
Selain itu, Reuters melaporkan sedikitnya tiga anggota pasukan paramiliter Basij yang berafiliasi dengan IRGC juga tewas dalam serangan Israel-AS. Seorang anggota Dewan Kota Teheran mengatakan bahwa menantu laki-laki dan menantu perempuan Khamenei turut tewas dalam serangan tersebut.
Dewan Keamanan Iran menginstruksikan warga Teheran dan kota-kota besar lainnya untuk tetap berada di lokasi aman dan terlindungi hingga pemberitahuan lebih lanjut. Dalam unggahan di X/Twitter, Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, merayakan kematian Khamenei.
“Ali Khamenei, Zahhak haus darah pada zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra terbaik Iran, telah dihapus dari lembaran sejarah. Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah mencapai akhirnya dan dalam waktu dekat akan dibuang ke tong sampah sejarah,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari The Jerusalem Post.
“Rakyat Iran yang terhormat dan pemberani, meski ini mungkin menandai awal perayaan nasional besar kita, ini bukanlah akhir perjalanan. Tetap waspada dan bersiaplah. Waktu untuk kehadiran luas dan menentukan di jalanan sudah sangat dekat. Bersama-sama, bersatu dan teguh, kita akan meraih kemenangan akhir dan merayakan kebebasan Iran di seluruh tanah air Ahuric kita,” lanjutnya.
Khamenei memimpin Republik Islam Iran sejak 1989, setelah sebelumnya menjabat sebagai presiden di bawah rezim Ruhollah Khomeini dari 1981 hingga diangkat menjadi pemimpin tertinggi. Ia berusia 86 tahun.
Sebelumnya pada Sabtu, pejabat Iran berjanji akan segera merilis rekaman dari Khamenei setelah serangan Israel menargetkan kompleksnya di Teheran. Penilaian awal di kalangan pejabat Israel menyebutkan bahwa Khamenei kemungkinan terluka dalam serangan tersebut.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang diterima dari sumber Israel, Amerika Serikat, maupun Iran.
Target Sejumlah Upaya Pembunuhan
Khamenei telah menjadi target beberapa upaya pembunuhan sejak Revolusi Islam 1979. Yang paling menonjol terjadi pada 27 Juni 1981, ketika sebuah bom meledak saat ia berpidato di sebuah masjid di Teheran, menyebabkan ia terluka parah dan membuat lengan kanannya lumpuh permanen.
Ia lahir di Mashhad, Iran timur laut, pada April 1939, lalu menetap di Qom pada 1958, tempat ia mulai mengikuti pelajaran dari Ruhollah Khomeini, yang kemudian menjadi pemimpin Revolusi Islam dan pemimpin tertinggi pertama Iran.
Khamenei memiliki enam anak. Salah satunya, Mojtaba, dalam beberapa tahun terakhir disebut-sebut sebagai calon penerusnya sebagai pemimpin tertinggi.
200 Pesawat Israel Hantam 500 Target di Iran
Dilansir The Jerusalem Post, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara terbesar sepanjang sejarah militernya dengan mengerahkan lebih dari 200 pesawat tempur untuk menghantam 500 target strategis di Iran pada Sabtu malam.
di wilayah Tabriz, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghantam sebuah lokasi utama yang selama ini digunakan Republik Islam untuk meluncurkan puluhan rudal balistik ke arah Israel. IDF menyatakan bahwa lebih dari 200 pesawat Angkatan Udara Israel menyerang 500 target Iran pada Sabtu malam, dalam serangan udara terbesar yang pernah dilakukan oleh militer Israel.
Sebuah video IDF menunjukkan dua gelombang serangan besar pada tahap awal. Gelombang pertama menghantam puluhan radar dan sistem pertahanan antipesawat, terutama di wilayah Iran yang lebih dekat ke Israel serta di kawasan Teheran.
Pada gelombang kedua, Angkatan Udara Israel menyerang perangkat rudal balistik Iran guna mengurangi kemampuannya dalam menyerang wilayah sipil Israel. Di wilayah Tabriz, IDF menghantam sebuah lokasi penting yang menjadi titik peluncuran puluhan rudal balistik Republik Islam ke Israel.
IDF juga berupaya membangun kembali superioritas udara jarak dekat (stand-in air supremacy) seperti yang pernah dicapai pada Juni 2025, agar dapat mempertahankan drone dan pesawat lainnya tetap melayang di area yang berpotensi digunakan Teheran untuk meluncurkan serangan ke Israel, sehingga tim peluncur rudal dapat dihancurkan sebelum sempat menembak.
Israel melancarkan serangan tambahan terhadap kemampuan rudal balistik Iran. IDF juga mengumumkan telah melakukan putaran serangan tambahan dengan menargetkan lebih banyak kemampuan rudal balistik Iran serta sistem pertahanan udaranya.
Salah satu target yang dihantam, menurut IDF, adalah sebuah lokasi peluncuran rudal yang menyimpan ratusan kilogram bahan peledak. Lokasi tersebut berada di wilayah Qom, Iran tengah, dan penghancurannya “menggagalkan puluhan peluncuran menuju wilayah Negara Israel.”