Kontestan Israel Eden Golan membawakan lagu 'Hurricane' saat gladi bersih semifinal kedua Kontes Lagu Eurovision di Malmo, Swedia, 8 Mei 2024. (Foto: AP)
Eden Golan dengan lagu 'Hurricane' yang ikut serta di kompetisi tersebut mendapat serangan penolakan dari ribuan aktivis Pro-Palestina pada Kamis (9/5/2024). Para pendemo menuntut agar Eden Golan dikeluarkan dari kompetisi imbas perang Israel-Hamas di Gaza.
Adapun Golan menjadi satu dari 10 kontestan yang melaju ke final pada hari Sabtu (11/5/2024) melalui kombinasi suara penggemar dan juri.
Menurut BBC, Golan menerima ejekan saat latihan untuk kompetisi pada hari Rabu (8/5/2024), namun ia mendapat tepuk tangan saat dia tampil di acara tersebut pada hari Kamis (9/5/2024).
Selama pertunjukan tersebut, tidak ada tanda-tanda protes dan di akhir penampilannya, Golan mengucapkan "Terima kasih" dengan lantang. Beberapa fans Israel terlihat mengibarkan bendera di tengah penonton usai penampilan Golan.
Dilansir dari Aljazeera, Jumat (10/5/2024) Eurovision telah menolak seruan untuk mengeluarkan Israel tetapi meminta negara tersebut untuk mengubah lirik lagu aslinya, 'October Rain' yang tampaknya merujuk pada serangan Hamas.
Lagu tersebut berganti nama menjadi Hurricane dan penyanyi Israel yang berpartisipasi, Eden Golan, diizinkan untuk tetap mengikuti kompetisi. Golan dicemooh saat latihan untuk penampilannya.
Perang telah menjadi sumber perselisihan dalam kompetisi selama beberapa bulan, termasuk ketika kompetisi tersebut mengharuskan Israel mengubah lirik 'October Rain'.
Sebelumnya, EBU sempat 2 kali menolak Israel untuk mengikuti kompetisi tersebut, dengan mengatakan lirik lagu yang dipilihnya terlalu politis, menurut laporan Euronews.
Direktur Jenderal EBU Noel Curran dalam pernyataannya pada 31 Januari 2024 mengatakan bahwa kontes Lagu Eurovision adalah acara musik non-politik dan kompetisi antara lembaga penyiaran layanan publik yang tergabung dalam EBU. "Ini bukan kontes antar pemerintah," ungkapnya.
Pengajuan dari Golan berjudul 'October Rain' ditolak oleh EBU karena judul dan beberapa lagunya terlalu bernuansa politis, menurut The New York Times. Lalu, lirik lagu tersebut diedit dan judulnya diganti menjadi 'Hurricane'. EBU kemudian mengizinkan Israel berpartisipasi, meskipun konflik sedang berlangsung.
"Sebagai organisasi yang dipimpin oleh anggota, badan pengatur kami, Kelompok Referensi Kontes Lagu Eurovision dan Dewan Eksekutif telah meninjau daftar peserta untuk Kontes 2024 dan menyetujui bahwa lembaga penyiaran publik Israel, KAN, memenuhi semua peraturan kompetisi untuk tahun ini."
Oleh karena itu, Israel dapat berpartisipasi seperti yang telah terjadi selama 50 tahun terakhir.
Kementerian Luar Negeri Israel mengaku sangat bangga dengan Eden Golan yang ikut serta dalam kontes tersebut mewakili Israel.
"Kami sangat bangga dengan Eden Golan yang mewakili negara kami di @Eurovision. Dia bukan hanya pemain yang luar biasa, tetapi juga simbol kekuatan dan ketahanan. Kami cinta Anda Eden dan kami seluruh negara mendukungmu," tulis Kementerian Luar Negeri Israel melalui akun media sosial X.
Namun, Dewan Keamanan Nasional Israel memberikan peringatan serius terhadap perjalanan ke Malmo, Swedia. Juga, dewan tersebut menyarankan warga Israel untuk tidak menghadiri Eurovision, dan menyebut kota di Swedia itu sebagai pusat protes anti-Israel dengan demonstrasi yang sering disertai kekerasan.
"Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran yang masuk akal bahwa faksi militan akan memanfaatkan demonstrasi dan suasana anti-Israel untuk melakukan serangan terhadap warga Israel yang datang ke Swedia untuk menghadiri Eurovision," kata Dewan Keamanan Nasional memperingatkan.