Wabah Marburg di Rwanda Terkendali usai Uji Coba Vaksin
Akhmad Baihaqi Arsyad
KAMPALA, UGANDA (ERAKINI) - Wabah demam Marburg yang mirip Ebola di Rwanda telah terkendali dan larangan perjalanan yang menargetkan negara Afrika Timur tidak diperlukan. Hal itu disampaikan oleh kepala badan kesehatan masyarakat terkemuka Afrika pada Kamis lalu.
Melansir Daily Journal, pekan lalu, Rwanda menerima 700 dosis vaksin yang sedang diuji coba dari Sabin Vaccine Institute yang berbasis di AS, untuk petugas kesehatan dan petugas tanggap darurat serta individu yang telah melakukan kontak dengan kasus terkonfirmasi.
Menurut Jean Kaseya dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, risiko penyebaran Marburg ke luar Rwanda hampir nol. Ia memuji Rwanda atas apa yang menurutnya merupakan respons kuat sejumlah pejabat pemerintah terhadap wabah ini.
“Mekanisme yang mereka terapkan bahkan untuk mengikuti kontak, tidak ada kontak yang bisa terbang keluar dari Rwanda. Dan ini luar biasa karena mereka memantau kontak-kontak ini setiap hari,” katanya.
Sebelumnya, Rwanda mengumumkan wabah ini pada 27 September dan sejauh ini melaporkan 13 orang telah meninggal.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pada hari Senin memperbarui peringatan perjalanannya untuk Rwanda, yang mewajibkan pemeriksaan terhadap wisatawan yang baru saja berkunjung ke . Pedoman yang diperbarui ini mendesak masyarakat untuk mempertimbangkan kembali perjalanan yang tidak penting ke .

















