Sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, sebanyak 241 warga Palestina tercatat tewas akibat berbagai serangan lanjutan, menurut laporan resmi Kementerian KesehataWarga Palestina berjalan melewati reruntuhan bangunan yang hancur di Jabalia, Jalur Gaza utara pada 6 November 2025. (Foto: Reuters).
GAZA, (ERAKINI) - Derita kemanusiaan di Gaza kian mengerikan. Pejabat kesehatan setempat mengungkapkan pada Sabtu bahwa jumlah korban tewaswarga Palestina telah melampaui 69.000 jiwa sejak pecahnya perang –, sementara proses pertukaran jenazah terus dilakukan di tengah yang rapuh.
Kenaikan angka kematian terbaru disebabkan oleh penemuan jenazah-jenazah baru di bawah reruntuhan bangunan yang porak-poranda, serta identifikasi ulang korban yang sebelumnya belum dikenal. Termasuk pula di dalamnya para warga yang meninggal akibat serangan lanjutan Israel meski gencatan senjata secara resmi telah diberlakukan sejak 10 Oktober lalu.
Meski situasinya genting, perjanjian gencatan senjata masih berjalan terbatas. Pada Sabtu, Israel menyerahkan 15 jenazah warga Palestina ke pihak Gaza, sebagaimana dikonfirmasi oleh otoritas rumah sakit di wilayah tersebut. Serah terima ini berlangsung sehari setelah kelompok militan mengembalikan satu jenazah sandera ke Israel.
Pertukaran jenazah menjadi bagian penting dari tahap awal perjanjian gencatan senjata, yang mensyaratkan Hamas menyerahkan seluruh jenazah sandera secepat mungkin. Langkah ini diharapkan dapat menjadi awal berakhirnya perang paling mematikan dan menghancurkan dalam sejarah panjang konflik antara Israel dan Palestina.
Perang bermula dari serangan besar yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di wilayah selatan Israel, yang menewaskan sekitar 1.200 orang serta menyebabkan 251 orang disandera.
Namun, kekerasan belum benar-benar berhenti. Pada Sabtu yang sama, kelompok pemukim Israel kembali melancarkan serangan terhadap petani, tenaga medis, aktivis, dan jurnalis Palestina di Tepi Barat yang diduduki, menambah daftar panjang pelanggaran di kawasan tersebut.
Hampir sebulan setelah gencatan senjata diumumkan, tim penyelamat Gaza masih bekerja keras mengevakuasi korban dari reruntuhan dengan sumber daya yang sangat terbatas di tengah kehancuran besar-besaran.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, total korban tewas kini mencapai 69.169 orang, naik signifikan setelah identifikasi tambahan dilakukan dan sejumlah besar jenazah berhasil dievakuasi dari puing-puing bangunan.
Kementerian yang dikelola oleh tenaga medis profesional di bawah pemerintahan Hamas, menyampaikan bahwa sebanyak 284 korban tambahan dimasukkan ke dalam data resmi setelah identitas mereka diverifikasi antara 31 Oktober hingga 7 November.
Dalam tiga hari terakhir, sepuluh jenazah baru tiba di rumah sakit Gaza; sembilan di antaranya ditemukan di bawah reruntuhan, sedangkan satu korban lainnya baru saja tewas dalam serangan terbaru. Selain itu, enam warga luka-luka turut dibawa untuk perawatan medis, sementara ratusan lainnya masih dilaporkan hilang.