Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau bantuan untuk Palestina didampingi Menlu Retno Marsudi (kanan) di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (4/11/2023). Presiden melepas bantuan tahap pertama yang akan diterbangkan dengan tiga pesawat berisi 51,5 ton bantuan berupa bahan makanan, alat medis, selimut, tenda dan barang-barang logistik lainnya yang telah disesuaikan dengan kebutuhan di Gaza. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/nym)
JAKARTA, (ERAKINI) – Ada bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk warga Palestina gelombang 2 senilai Rp31,17 miliar lebih atau setara 2 juta dolar AS. Bantuan tersebut dalam bentuk alat kesehatan untuk rumah sakit yang akan dikirim dalam 3 pekan ke depan.
Hal itu dikemukakan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin saat hadir mendampingi Presiden RI Joko Widodo melepas bantuan batch pertama di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (4/11/2023).
"Ada tahap keduanya. Rencananya mungkin dekat 2 juta dolar AS, itu alat kesehatan untuk rumah sakit, itu yang gede-gede yang mahal itu," kata Budi Gunadi Sadikin.
Bantuan tahap kedua dari Pemerintah RI, kata dia, akan dikirim dalam 3 hingga 4 pekan dari pengiriman bantuan batch pertama hari ini.
Sedangkan pada batch bantuan pertama hari ini (4/11/2023), Kemenkes mengirim bantuan obat-obatan, alat kesehatan, hingga penjernih air minum seberat total 7 ton, terdiri atas 6 ton dari Kemenkes, dan 1 ton dari pabrik industri farmasi.
Bantuan itu dikirim bersamaan dengan paket bantuan gelombang pertama seberat total 51,1 ton dari Pemerintah RI, Palang Merah Indonesia (PMI), BAZNAS, Dompet Dhuafa, dan Kitabisa.
"Kami kasih bantuan 7 ton, yang utamanya yang paling penting itu penjernih air minum nggak pakai listrik. Karena kan sekarang nggak ada listrik dan kekurangan air," katanya.
Selain penjernih air minum, Kemenkes juga mengirim obat-obatan beserta bahan habis pakai seperti alkohol, dan kain kasa sesuai dengan daftar permintaan tenaga kesehatan di Gaza.
Pelepasan bantuan kemanusiaan pertama untuk Palestina dilakukan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, hari ini (4/11/2023), dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Kemudian, ada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agus Subiyanto.