Donald Trump Klaim Kunjungi Gaza tapi Tak Ada Bukti
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Mantan Presiden Donald Trump mengklaim dalam sebuah wawancara radio bahwa dia pernah ke Gaza meskipun tidak ada catatan kunjungan tersebut. Namun, tak jelas apakah komentar Trump merupakan kebohongan yang disengaja atau sekadar mengungkapkan kurangnya pengetahuannya mengenai wilayah tersebut. Komentar tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Hugh Hewitt yang disiarkan pada hari Senin (7/10/2024).
Adapun komentar Trump tersebut muncul sebagai tanggapan terhadap pertanyaan tentang apakah wilayah yang diduduki, yang sebagian besar telah diratakan oleh Israel selama setahun terakhir, dapat dikembangkan menjadi seperti Monaco apabila dibangun kembali dengan cara yang benar.
“Ini bisa lebih baik dari Monaco. Negara ini memiliki lokasi terbaik di Timur Tengah, perairan terbaik, segalanya terbaik,” jawab Trump dikutip dari Aljazeera, Rabu (9/10/2024).
“Saya pernah ke sana, dan itu sulit. Ini adalah masa yang sulit, sebelum, Anda tahu, sebelum semua serangan dan sebelum bolak-balik apa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir,” imbuh Trump.
Kemudian, saat dimintai klarifikasi, juru bicara kampanye Trump mengatakan kepada New York Times bahwa “Gaza berada di Israel. Presiden Trump telah berkunjung ke Israel.”
Faktanya, Gaza tidak dan tidak pernah berada “di Israel.” Wilayah Palestina telah diduduki secara ilegal oleh , serta Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sejak tahun 1967. menarik tentara dan pemukimnya dari pada tahun 2005, berdasarkan kebijakan yang oleh pemerintah pada saat itu disebut sebagai “pelepasan diri.”


















