Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat berpidato dalam agenda pertemuan bersama 30 pengusaha produk halal di Auckland, Selandia Baru, Jumat (1/3/2024). (Foto: Antara/Andi Firdaus).
AUCKLAND, SELANDIA BARU, (ERAKINI) – Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menggelar pertemuan dengan puluhan pengusaha produkhalal di Selandia Baru, Jumat (1/3/2024). Pertemuan itu dalam rangka memacu tindak lanjut kerja sama lebih konkret antara pelaku usaha industri halal Selandia Baru dan mitra di Indonesia.
WapresMa’ruf mendorong kerja sama pertukaran pengetahuan, pengembangan, serta saling pengakuan terhadap produkhalal antara pelaku usaha industri halal Selandia Baru dan mitra di Indonesia.
"Upaya pencapaian visi tersebut memerlukan kerja sama yang erat tidak hanya di antara pemangku kepentingan di Indonesia, namun juga dengan negara mitra termasuk dengan Selandia Baru," kata dia saat berpidato dalam pertemuan dengan 30 pengusaha halal di Auckland, Selandia Baru, Jumat (1/3/2024).
Kerja sama tersebut, kata Wapres, diharapka dapat menopang rantai pasokan industri halal melalui ketersediaan bahan baku yang juga terjamin kehalalan. "Misalnya, produk susu atau daging beserta produk olahannya dari Selandia Baru yang diperlukan bagi industri makanan dan minuman di Indonesia," katanya.
Wapres mengatakan, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia berpandangan bahwa sertifikasi dan jaminan produkhalal merupakan hal penting baik dalam aspek religi, maupun aspek ekonomi.
Ia mengatakan Indonesia dengan penduduk Muslim berjumlah lebih dari 240 juta jiwa memiliki kapasitas di berbagai sektor industri halal, termasuk makanan, minuman, media dan rekreasi, farmasi, dan kosmetik.
Menurut dia, sektor tersebut merupakan peluang besar bagi pengembangan industri halal nasional melalui keterlibatan para pengusaha produkhalal di Selandia Baru.
Dalam kesempatan itu, Wapres mengamati adanya peningkatan minat dan permintaan internasional akan produkhalal. "Secara global diperkirakan pada tahun 2025 pengeluaran umat Islam di sektor halal akan mencapai 3 triliun dolar AS. Ekonomi halal global juga diestimasi mencapai hampir 5 triliun dolar AS pada 2030," ujarnya.
Ia optimistis ekonomi halal akan terus berkembang karena penerapan dan prinsip halal tidak hanya dibatasi oleh kaidah agama, tetapi juga mencakup standar kesehatan kebersihan dan keselamatan yang tinggi.
"Oleh karena itu, Indonesia telah mengadopsi sebuah visi untuk menjadi pusat industri halal terkemuka dunia," ujarnya.
Guna mewujudkan visi tersebut, kata Ma'ruf, perlu penguatan industri halal di Indonesia, antara lain melalui pendirian kawasan industri halal, penyempurnaan sistem informasi terkait data produksi, perdagangan dan sertifikasi produkhalal, serta mendorong industri halal nasional melalui penguatan lembaga dan regulasi.
Wapres mengharapkan kerja sama jaminan produkhalal juga membuka peluang kerja sama bilateral dan kesempatan bagi para pelaku industri halal di Indonesia untuk mendukung sistem halal negara mitra, seperti Selandia Baru.
Pada kunjungan kali pertamanya sebagai Wapres ke Selandia Baru itu, Ma'ruf berharap, dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama lebih konkret antara pelaku usaha industri halal Selandia Baru dan mitra di Indonesia
"Saya harap kunjungan ini dapat membuahkan hasil yang baik untuk meningkatkan kerja sama industri halal Indonesia dan Selandia Baru," katanya.
Turut hadir dalam agenda tersebut, Menteri Biosecurity dan Keamanan Pangan yang juga Menteri Asosiasi untuk Pertanian dan Lingkungan Selandia Baru Andrew Hoggard, Duta Besar RI untuk Selandia Baru Fientje Maritje Suebu, serta sekitar 30 pelaku bisnis industri halal di Selandia Baru. (ant)