Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, melakukan perombakan besar kabinet dengan membentuk sejumlah portofolio baru. Ia mengangkat Pangeran Abdul Mateen menduduki posisi Menteri Luar Negeri. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) –Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, melakukan perombakan besar kabinet dengan membentuk sejumlah portofolio baru. Ia mengangkat dua putranya sebagai menteri, dimana Pangeran Abdul Mateen menduduki posisi Menteri Luar Negeri.
Perombakan kabinet ini merupakan yang pertama sejak 2022 dan dilakukan di tengah tekanan yang dihadapi Brunei akibat krisis energi global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Langkah tersebut juga berlangsung menjelang peringatan 60 tahun atau Diamond Jubilee pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah pada tahun depan. Sultan yang kini berusia 79 tahun dan naik takhta pada 1967 itu tercatat sebagai monarki yang paling lama berkuasa di dunia.
Dalam siaran televisi nasional, Sultan Hassanal menegaskan dirinya tetap mempertahankan jabatan strategis sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan.
Putra keduanya, Pangeran Abdul Malik, ditunjuk sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri. Jabatan itu menjadi posisi kabinet pertamanya.
Sementara itu, putra bungsu keduanya yang juga dikenal luas di media sosial, Pangeran Abdul Mateen, dipercaya menjabat Menteri Luar Negeri. Posisi tersebut sebelumnya dipegang langsung oleh Sultan Hassanal.
Adapun putra sulung sekaligus Putra Mahkota, Pangeran Al-Muhtadee Billah, tetap mempertahankan posisinya sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri.
Selain pergantian pejabat, Sultan Hassanal juga mengumumkan pembentukan tiga jabatan menteri baru guna memperkuat koordinasi kebijakan di lingkungan pemerintahan.
Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata juga akan direstrukturisasi menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.
"Langkah ini bertujuan mempercepat pengembangan sektor-sektor prioritas, memperkuat diversifikasi ekonomi, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja yang bermakna," ujar Sultan Hassanal.
Perombakan kabinet kali ini juga mencatat jumlah perempuan terbanyak yang menduduki jabatan kabinet dalam sejarah Brunei, termasuk Menteri Pendidikan dan tiga wakil menteri perempuan.
Dirangkum Erakini, Minggu (7/6/2026), Mateen adalah putra keempat dan anak ke-10 Sultan Brunei. Mateen lahir pada 10 Agustus 1991 dari pasangan Sultan Hassanal Bolkiah dengan Puan Mariam binti Abdul Aziz, yang setengah keturunan Brunei, seperempat keturunan Jepang dan seperempat keturunan Inggris.
Pengeran Mateen menjalankan pendidikan sekolah dasar di St Sekolah Andrew. Kemudian melanjutkan pendidikan menengah di Paduka Seri Begawan Sultan Science College.
Sebagai seorang Pangeran Brunei, ia mengenyam pendidikan untuk Perwira Militer di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, Inggris. Pada tahun 2014, ia mendapat gelar Bachelor of Arts di King’s College London untuk jurusan Politik Internasional.
Selanjutnya, ia melanjutkan kuliah Master di School of Oriental and African Studies, London University dengan gelar Master of Arts di tahun 2016.
Pangeran Mateen memulai pendidikan militernya di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, Inggris, pada 2010. Ia lulus pada 2011 dan memperoleh pangkat Letnan Dua sebelum bertugas bersama resimen kavaleri Angkatan Darat Inggris.
Karier militernya terus berkembang setelah bergabung dengan Angkatan Udara Kerajaan Brunei. Pada 2017, ia menyelesaikan pelatihan penerbangan dasar di RAF Cranwell dan dipromosikan menjadi kapten.
Mateen kemudian menempuh berbagai pelatihan militer elite, termasuk pelatihan pilot helikopter di Defence Helicopter Flying School, Inggris. Ia juga mengikuti pelatihan pasukan khusus, terjun payung militer, hingga kursus komando Royal Marines Inggris.
Pada 2021, ia meraih pangkat mayor dan berhasil menyelesaikan All Arms Commando Course, salah satu pelatihan militer paling berat di Inggris. Setahun kemudian, ia memperoleh brevet penerjun setelah lulus Basic Parachute Course di RAF Brize Norton.
Pada 2025, Mateen menyelesaikan Advanced Command and Staff Course di Defence Academy of the United Kingdom sebelum dipromosikan menjadi Letnan Kolonel di Angkatan Udara Kerajaan Brunei.
Peran Diplomatik
Selain berkarier di militer, Pangeran Mateen juga aktif menjalankan tugas diplomatik mewakili Brunei di berbagai forum internasional.
Sejak 2011, ia menjadi anggota Dewan Penasihat Kerajaan (Privy Council) dan menjabat Wakil Ketua Departemen Adat Istiadat Negara.
Mateen beberapa kali mewakili Sultan Hassanal dalam pertemuan tingkat tinggi Persemakmuran (Commonwealth Heads of Government Meeting), serta menghadiri berbagai forum internasional seperti KTT ASEAN dan Asia-Europe Meeting (ASEM).
Ia juga kerap mewakili keluarga kerajaan Brunei dalam berbagai acara kenegaraan dunia, termasuk penobatan Kaisar Jepang Naruhito pada 2019, pemakaman Ratu Elizabeth II pada 2022, penobatan Raja Charles III pada 2023, hingga KTT ASEAN ke-48 di Filipina pada 2026.
Atlet Polo Berprestasi
Di luar tugas kenegaraan, Pangeran Mateen dikenal sebagai atlet polo yang aktif membela tim nasional Brunei.
Ia telah beberapa kali tampil di ajang SEA Games dan membantu Brunei meraih medali perunggu pada 2017 dan 2019. Pada SEA Games 2025, tim polo Brunei yang diperkuat Mateen meraih medali perak dan perunggu.
Pada 2018, ia mendirikan tim polo profesional MB Polo yang rutin berlaga di berbagai turnamen internasional, termasuk Gold Cup di Sotogrande, Spanyol. Tim tersebut berhasil menjuarai kategori high goal pada 2019.
Selain polo, Mateen juga memiliki ketertarikan pada sepak bola dan kebugaran. Pada 2020, ia mendirikan Jab Gym, pusat kebugaran dan tinju yang beroperasi di Brunei.