Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Tim Pengawas (Timwas) DPR, Marwan Dasopang (Foto: dok Timwas DPR)
MAKKAH, (ERAKINI) - Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Tim Pengawas (Timwas) DPR, Marwan Dasopang, mengakui pengelolaan haji oleh Kementerian Haji dan Umrah pada musim haji 2026 berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan perhatian utama saat ini tertuju pada pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina ().
“Untuk sementara sampai sekarang ini mudah-mudahan terus belum ada kendala yang berarti. Jemaah masih terlayani dengan baik, masih on the track. Namun demikian, dari hari ke hari kita terus ingin mendukung pemerintah, membantu pemerintah,” ujar Marwan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Jeddah, Makkah, Rabu (22/5/2026).
Marwan menilai sejauh ini pelayanan haji dapat dikelola dengan baik. Kalaupun ada keluhan, menurut dia, hal tersebut lebih bersifat kasus per kasus dan bukan kesalahan manajemen secara umum.
“Rasanya pelayanan sekarang ini sudah bisa termanage dengan baik kalaupun ada keluan. Itu kan orang per orang, kecil tidak bagian dari kesalahan manajemen,” tuturnya.
Marwan pun meminta pemerintah melalui Kemenhaj terus melakukan mitigasi menjelang fase Armuzna, terutama terkait layanan transportasi yang selama ini kerap menjadi persoalan.
“Maka sekarang tinggal fokus di Armuzna. Armuzna inilah nanti yang kita harapkan tidak ada problem. Biasanya persoalannya kan angkutan, busnya tidak sampai, busnya terlambat,” katanya.
Sementara itu, Kemenhaj memastikan seluruh persiapan layanan puncak haji di Armuzna terus dimatangkan. Seluruh jemaah haji Indonesia saat ini telah berada di Makkah dan memasuki fase persiapan akhir menuju Arafah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dimulai pada 8 Dzulhijjah secara bertahap dalam tiga gelombang keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
“Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Maria menjelaskan, sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah mulai diberangkatkan ke lokasi untuk memastikan kesiapan layanan Armuzna. Persiapan itu meliputi pengecekan akhir tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, pelindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.
“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” katanya.