GAZA, (ERAKINI) - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk dengan angka korban yang semakin mencengangkan. Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 72.610 jiwa sejak konflik antara Hamas dan Israel pecah pada 7 Oktober 2023.
Sementara itu, jumlah korban luka melonjak hingga 172.448 orang. Meski gencatan senjata mulai diberlakukan pada 10 Oktober tahun lalu, kekerasan dan dampaknya belum sepenuhnya berhenti.
Sejak kesepakatan itu berjalan, tercatat tambahan 830 korban jiwa serta 2.345 orang mengalami luka-luka, menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari aman.
Kondisi di Gaza semakin diperparah oleh banyaknya korban yang belum berhasil dievakuasi. Sejumlah jenazah diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan, menandakan bahwa angka korban sebenarnya bisa lebih tinggi dari yang tercatat saat ini.
Kenyataan ini menggambarkan skala kehancuran yang luas serta penderitaan berkepanjangan yang dialami warga sipil, di tengah konflik yang hingga kini belum menemukan penyelesaian permanen.