Israel Masih Terus Serang Gaza, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Serangan udara yang dilancarkan Israel kembali memakan korban jiwa di Jalur Gaza. Sedikitnya lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas setelah serangan terbaru menghantam sekelompok warga sipil di wilayah utara Gaza.
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan, serangan tersebut terjadi di sekitar Masjid Al-Qassam, Beit Lahia. “Lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan warga sipil,” ujar pejabat kesehatan setempat, dilansir Al Jazeera, Kamis (23/4/2026).
Seluruh jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Namun, hingga kini belum ada rincian usia anak-anak yang menjadi korban.
Di tengah eskalasi kekerasan, Kantor Media Pemerintah Gaza menuding Israel telah melakukan sedikitnya 2.400 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang disepakati dengan Hamas sejak Oktober lalu.
Pelanggaran tersebut mencakup serangan militer, penangkapan warga, blokade bantuan, hingga dugaan kebijakan kelaparan paksa terhadap penduduk Gaza.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat diberlakukan, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 786 warga Palestina tetap tewas akibat serangan Israel.
Sebanyak 32 korban terjadi hanya dalam bulan ini. Salah satunya adalah jurnalis , Mohammed Wishah, yang tewas dalam serangan drone pada 8 April di wilayah barat Kota Gaza.


















