Jumlah Korban di Iran usai Perang dengan Israel: 610 Warga Sipil Tewas, 4.700 Orang Terluka
Akhmad Baihaqi Arsyad







Gencatan senjata ini mengakhiri 12 hari serangan balasan setelah Presiden AS Donald Trump ikut serta dalam konflik dengan bom penghancur bunker pada akhir pekan yang diklaim menghancurkan situs nuklir utama Iran.
Kedua belah pihak atau Iran dengan Israel saling klaim kemenangan. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel dan para sekutunya setelah sebelumnya meluncurkan serangkaian serangan rudal ke wilayah musuh.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa (24/6/2025), otoritas Iran menyebut keputusan tersebut sebagai “keputusan nasional untuk menghentikan perang terhadap musuh Zionis dan para pendukungnya yang keji”. Pengumuman ini muncul tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tercapainya gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Meski demikian, Iran menegaskan bahwa serangan yang diluncurkan semalam ke pangkalan militer AS di Qatar dan ke wilayah Israel merupakan bentuk respons yang terukur dan sah.
“Angkatan bersenjata Iran memberikan tanggapan yang tegas dan pantas terhadap kekejaman musuh. Serangan tersebut merupakan balasan proporsional atas agresi terhadap wilayah kami,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Iran seperti dikutip kantor berita resmi setempat.
Iran juga menyatakan bahwa tindakan militer itu telah memaksa musuh “menyesali tindakannya dan menerima kekalahan serta penghentian agresi secara sepihak.”
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu juga mendeklarasikan kemenangan bersejarah melawan Iran. Namun, laporan intelijen awal AS yang dirahasiakan menyimpulkan bahwa serangan Amerika terhadap Iran hanya cukup menghambat program nuklirnya beberapa bulan saja.
Dalam pidato kepada rakyat setelah pengumuman gencatan senjata, Netanyahu mengatakan "Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kami telah menggagalkan proyek nuklir Iran. Dan jika ada orang di Iran yang mencoba membangunnya kembali, kami akan bertindak dengan tekad yang sama, dengan intensitas yang sama, untuk menggagalkan upaya apa pun,"katanya.
Israel mengatakan bahwa operasi pengebomannya, yang dimulai pada 13 Juni 2025, ditujukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, sebuah ambisi yang selalu dibantah oleh Teheran. Militer Israel mengatakan bahwa serangannya telah menghambat program nuklir Iran "selama bertahun-tahun."
