PM Netanyahu Klaim Israel Menang atas Iran karena Gagalkan Proyek Nuklir
Akhmad Baihaqi Arsyad
YERUSALEM, (ERAKINI) - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mendeklarasikan kemenangan bersejarah melawan Iran. Namun, laporan intelijen awal AS yang dirahasiakan menyimpulkan bahwa serangan Amerika terhadap Iran hanya cukup menghambat program nuklirnya beberapa bulan saja.
Adapun Iran dan Israel menyepakati gencatan senjata pada hari Selasa yang mengakhiri 12 hari serangan balasan, setelah Presiden AS Donald Trump ikut serta dalam konflik dengan bom penghancur bunker pada akhir pekan yang katanya menghancurkan situs nuklir utama Iran. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi keaslian penilaian tersebut tetapi mengatakan bahwa itu "salah besar."
Dalam pidato kepada rakyat setelah pengumuman gencatan senjata, Netanyahu mengatakan "Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Kami telah menggagalkan proyek nuklir Iran. Dan jika ada orang di Iran yang mencoba membangunnya kembali, kami akan bertindak dengan tekad yang sama, dengan intensitas yang sama, untuk menggagalkan upaya apa pun,"katanya.
Israel mengatakan bahwa operasi pengebomannya, yang dimulai pada 13 Juni 2025, ditujukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, sebuah ambisi yang selalu dibantah oleh Teheran. Militer Israel mengatakan bahwa serangannya telah menghambat program nuklir Iran "selama bertahun-tahun."
Setelah Trump dengan marah mencaci kedua belah pihak atas pelanggaran awal gencatan senjata pada hari Selasa, Teheran mengumumkan akan menghormati ketentuan kesepakatan jika Israel melakukan hal yang sama, sementara Israel mengatakan telah menahan diri dari serangan lebih lanjut.

















