Meski Dibatasi Israel, 35.000 Jemaah Palestina Tetap Tarawih di Masjid Al-Aqsa
Akhmad Baihaqi Arsyad







Ia mengatakan pada hari pertama bulan suci Ramadan di tengah pembatasan pendudukan Israel, sekitar 35.000 jemaah menjalani salat Tarawih di dalam Masjid Al-Aqsa.
Menurut seorang saksi mata, pasukan Israel melarang pemuda Palestina salat di Masjid Al-Aqsa, bersamaan dengan prosedur ketat di Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya selama 5 bulan berturut-turut.
Secara brutal, pasukan Israel memukul dan menyerang seorang pria Palestina di dekat salah satu gerbang menuju Masjid Al-Aqsa, Bab Al-Zahra, sebelum menahannya.
Pasukan pendudukan Israel sebelumnya juga telah memasang kawat berduri di pagar dekat Masjid Al-Aqsa yang bersebelahan dengan area Lions Gate dengan tujuan mencegah masuk jamaah ke Masjid Al-Aqsa.
Tak hanya itu, pasukan Israel juga menangkap penjaga Masjid Al-Aqsa, Khalil Al-Tarhouni dari Kota Tua Yerusalem dan membawanya ke pusat pemeriksaan.
Sementara itu, warga di Gaza juga dilanda kelaparan parah di tenda-tenda pengungsian dan dikepung ancaman serangan dari militer Israel. Harapan warga Palestina di Gaza untuk menjalani puasa Ramadhan seperti warga negara lain di Timur Tengah (Arab Saudi, Mesir, Sudan, Suriah, dan Yaman) tanpa gempuran Israel tidak terpenuhi menyusul gagalnya negosiasi jeda pertempuran yang dimediasi Qatar, Mesir, dan AS.
Negosiasi antara Hamas-Israel selama berminggu-minggu yang melibatkan mediator AS, Qatar dan Mesir gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera menjelang Ramadan.
Saat ini, banyak warga Gaza yang terus mencari korban selamat dan jenazah di antara puing-puing rumah yang hancur saat Ramadan telah tiba, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (12/3/2024).
