Sekjen PBB: Dunia Tak Bisa Biarkan Lebanon Jadi Bagian Lain dari Gaza
Akhmad Baihaqi Arsyad
KOTA NEW YORK, (ERAKINI) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada Arab News dalam sebuah wawancara eksklusif pada hari Jumat (20/9/2024) bahwa dunia tidak dapat membiarkan Lebanon menjadi bagian lain dari Gaza menyusul permusuhan antara Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran berada di ambang perang habis-habisan.
Serangan pager dan walkie-talkie di Lebanon pekan lalu, yang menyebabkan 37 orang tewas dan lebih dari 3.000 orang terluka, dan diikuti dengan baku tembak lebih lanjut di perbatasan Lebanon, telah meningkatkan ketegangan regional hingga mencapai titik puncaknya.
“Perang habis-habisan antara Israel dan Hizbullah adalah sesuatu yang harus kita hindari dengan cara apa pun,” kata Guterres dikutip dari Arab News, Minggu (22/9/2024).
Namun, dengan latar belakang ini, ia mengatakan bahwa ada kesadaran yang semakin besar yang harus dihentikan. “Kita harus menghentikan perang ini secara umum. Kita harus menghentikan perang di Gaza,” kaatanya.
Berbicara kepada Arab News menjelang pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB ke-79, yang berlangsung ketika perang di Gaza mendekati peringatan satu tahun yang suram, Guterres mengakui konflik tersebut telah melampaui ekspektasinya dalam hal durasi dan “ tingkat kehancuran dan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Ia kembali mengecam keras terhadap serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel selatan pada 7 Oktober, ia kembali menekankan “hal ini tidak akan pernah bisa membenarkan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.”

















