Steve Witkoff berbicara pada parade pelantikan presiden di Capital One Arena di Washington, DC, pada 20 Januari 2025. (Foto: AP)
WASHINGTON, (ERAKINI) - Utusan Timur Tengah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan bahwa dirinya akan mengunjungi Gaza dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari tim inspeksi untuk memantau perjanjian gencatan senjata yang dicapai antara dan minggu lalu.
Witkoff, selama wawancara dengan Fox News pada hari Rabu (22/1/2025), mengatakan bahwa dia akan mengunjungi 2 zona yang dikuasai Israel di Gaza, sebagai bagian dari perjalanan mendatang ke Israel.
“Saya akan menjadi bagian dari tim inspeksi di Koridor Netzarim dan juga di Koridor Philadelphia,” kata Witkoff dikutip dari Al Jazeera, Kamis (23/1/2025)
“Di situlah Anda memiliki pengawas dari luar, untuk memastikan bahwa orang-orang aman dan orang-orang yang masuk tidak bersenjata, dan tidak ada seorang pun yang memiliki motivasi buruk,” imbuhnya.
Adapun Koridor Netzarim memisahkan Gaza utara dan selatan dan telah diduduki oleh pasukan Israel sejak mereka menginvasi daerah kantong Palestina pada akhir Oktober 2023. Sementara Koridor Philadelphi membentang antara Gaza selatan dan Mesir. Militer Israel mengambil kendali operasional wilayah tersebut pada Mei tahun lalu.
Perjalanan tersebut akan menjadi kunjungan pertama utusan tersebut ke Timur Tengah sejak Israel dan Hamas menyetujui perjanjian gencatan senjata pada 15 Januari 2025. Witkoff, seorang pengusaha yang tidak memiliki pengalaman diplomatik, sebelumnya pernah bergabung dalam pembicaraan di Qatar yang menghasilkan kesepakatan tersebut.
Ini juga akan menjadi perjalanan pertama Witkoff sejak Trump menjabat pada hari Senin (20/1/2025). Sejak pelantikannya, Trump mengatakan dia tidak yakin perjanjian itu akan terwujud. Kesepakatan itu mulai berlaku pada hari Minggu, dan sehari kemudian, seorang penembak jitu Israel membunuh seorang anak di Rafah, dalam sebuah insiden yang terekam dalam video.
“Kita harus memastikan bahwa penerapannya berjalan dengan baik, karena jika berjalan dengan baik, kita akan masuk ke tahap kedua, dan kita akan mengeluarkan lebih banyak jenazah yang masih hidup,” kata Witkoff, mengacu pada tawanan Israel yang ditahan di Gaza. “Dan saya pikir itulah arahan presiden kepada saya dan semua orang yang bekerja di pemerintahan Amerika mengenai hal ini,” imbuhnya
Perjanjian gencatan senjata memiliki tiga fase. Implementasi tahap pertama baru dimulai. Selama 6 minggu ke depan, fase tersebut dimaksudkan untuk menghentikan pertempuran; penarikan sebagian pasukan Israel dari Gaza, termasuk dari Koridor Netzarim; dan lonjakan bantuan ke daerah kantong tersebut.
Perang selama 15 bulan di Gaza telah menyebabkan daerah kantong tersebut rata dan sebagian besar penduduknya mengungsi. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berulang kali memperingatkan akan terjadinya kelaparan di Gaza utara, dan para ahli di dalamnya membandingkan taktik perang Israel dengan genosida.
Secara keseluruhan, setidaknya 47.107 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Serangan pimpinan Hamas di Israel selatan telah menewaskan 1.139 orang, dan lebih dari 200 orang ditawan.
Fase pertama gencatan senjata juga dimaksudkan untuk membebaskan 33 tawanan Israel dari Gaza dan sekitar 1.000 warga Palestina dari tahanan Israel. Tiga tawanan Israel dan 90 tahanan Palestina sejauh ini telah dibebaskan.