Dalam pertemuan itu, Madbouly menegaskan kembali dukungan Mesir terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, khususnya hak untuk menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan.
Madbouly mengatakan bahwa pemerintah Mesir telah menyiapkan rencana terpadu untuk pemulihan dini dan rekonstruksiJalur Gaza sambil mempertahankan warga Palestina di daerah kantong tersebut.
Ia menekankan bahwa Mesir telah melakukan upaya tulus untuk mendukung perjuangan dan rakyat Palestina, baik melalui upaya untuk menerapkan perjanjian gencatan senjata di semua tahapannya atau melalui rekonstruksi Gaza.
Sementara itu, Mustafa mengucapkan terima kasih kepada Mesir karena telah mendukung rakyat Palestina. Mereka juga membahas upaya koordinasi antara Mesir dan Palestina untuk menindaklanjuti penyelesaian rencana rekonstruksi sebelum menyajikannya pada KTT darurat Arab mendatang yang dijadwalkan pada 4 Maret 2025 mendatang.
Terbaru, Israel telah memblokir masuknya truk bantuan ke Gaza pada hari Minggu (2/3/2025) di tengah ketegangan mengenai berakhirnya gencatan senjata yang telah menghentikan pertempuran selama 6 minggu terakhir meningkat. Hamas menyerukan mediator Mesir dan Qatar untuk ikut mengatasi hal tersebut.
Melansir Reuters, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah menyetujui usulan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, untuk gencatan senjata sementara di Gaza selama periode Ramadhan dan Paskah, beberapa jam setelah tahap pertama gencatan senjata yang disepakati sebelumnya berakhir.
Israel menghentikan masuknya seluruh bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan mengingkari gencatan senjata setelah fase pertama perjanjian gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan untuk melanjutkan ke fase kedua.
Jika disetujui, gencatan senjata akan menghentikan pertempuran hingga akhir periode puasa Ramadhan sekitar tanggal 31 Maret 2025 dan hari raya Paskah Yahudi sekitar tanggal 20 April 2025.
Gencatan senjata akan bergantung pada pembebasan separuh sandera hidup dan mati pada hari pertama oleh Hamas, dan sisanya akan dibebaskan jika kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen tercapai.
Hamas mengatakan pihaknya berkomitmen terhadap gencatan senjata yang disepakati semula dan dijadwalkan untuk memasuki tahap kedua, dengan perundingan bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen, dan Hamas menolak gagasan perpanjangan sementara gencatan senjata selama 42 hari.
Hamas menanggapinya dengan tuntutan untuk melaksanakan tahap kedua dari perjanjian yang ditandatangani Israel pada bulan Januari untuk mencapai gencatan senjata permanen di Gaza.