Menang Telak di Pilpres Rusia, Putin Bersiap Lanjutkan Perang di Ukraina
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Vladimir Putin menang telak dalam hasil penghitungan suara sementara Pilpres Rusia 2024 yang berlangsung selama tiga hari. Presiden petahana mengalahkan tiga kandidat lain dengan meraih 87,8 persen suara.
Perolehan suara Putin ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Pemilu Rusia pasca pecahnya Uni Soviet. Dengan hasil itu, Putin yang kini berusia 71 tahun akan kembali menjabat selama enam tahun ke depan sebagai Presiden Rusia.
Putin pertama kali naik ke tampuk kekuasaan pada 1999. Putin berarti akan memulai masa jabatan enam tahun baru yang akan membuatnya menyalip Josef Stalin dan menjadi pemimpin terlama di Rusia selama lebih dari 200 tahun.
Melansir Reuters, Senin (18/3/2024), jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga Public Opinion Foundation (FOM), Putin meraih 87,8 persen suara, tertinggi dalam sejarah Rusia pasca-Soviet. Sementara Pusat Penelitian Opini Publik Rusia (VCIOM) menempatkan Putin dengan perolehan suara 87 persen.
Kandidat komunis Nikolai Kharitonov menempati posisi kedua dengan hanya raihan di bawah 4%. Pendatang baru Vladislav Davankov di posisi ketiga, dan ultra-nasionalis Leonid Slutsky di posisi keempat.
Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan negara-negara lain menilai pemungutan suara tersebut tidak bebas dan tidak adil, karena pemenjaraan lawan politik dan sensor. Namun, Putin dalam pidato kemenangan di Moskow menganggap pemilu Rusia berlangsung demokratis.
Putin menyebut kemenangannya dalam pilpres menunjukkan bahwa Rusia sudah benar dalam menentang Barat dan mengirimkan pasukan ke Ukraina. Bagi Putin, protes yang yang dilancarkan oposisi Navalny terhadap dirinya tidak berdampak pada hasil pemilu.
Untuk itu, ia akan memprioritaskan penyelesaian tugas-tugas yang terkait dengan apa yang disebutnya sebagai 'operasi militer khusus' Rusia di Ukraina. Putin akan memperkuat militer Rusia untuk perang melawan Ukraina.

















