Muhammad Yunus dilantik sebagai kepala pemerintahan sementara Bangladesh, di Istana Presiden pada Kamis malam. Foto: AFP
DHAKA, (ERAKINI) - Ekonom peraih Nobel PerdamaianMuhammad Yunus dilantik sebagai kepala pemerintahan sementara Bangladesh, tiga hari setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina terpaksa mengundurkan diri menyusul aksi kerusuhan massa.
Yunus yang kini berusia 84 tahun, mengambil sumpah di Istana Presiden pada Kamis malam. “Saya akan menjunjung tinggi, mendukung dan melindungi konstitusi,” kata Yunus saat disumpah oleh Presiden Mohammed Shahabuddin, dikutip .
Yunus memimpin pemerintahan sementara dengan beranggotakan 17 orang. Hanya, mereka menjabat sebagai penasihat, bukan menteri. Mereka juga turut diambil sumpahnya.
Mereka antara lain Nahid Islam dan Asif Mahmud, pemimpin utama kelompok mahasiswa yang memimpin protes selama berminggu-minggu untuk menggulingkan Hasina.
Kemudian,Touhid Hossain, mantan menteri luar negeri; dan Hassan Ariff, mantan jaksa agung. Syeda Rizwana Hasan, seorang pengacara lingkungan hidup pemenang penghargaan, dan Asif Nazrul, seorang profesor hukum dan penulis terkemuka, juga masuk dalam daftar yang dilantik.
Adilur Rahman Khan, seorang aktivis hak asasi manusia terkemuka yang dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh pemerintahan Hasina, juga mengambil sumpah sebagai penasihat. Tidak ada perwakilan dari partai Liga Awami Hasina yang hadir pada upacara tersebut.
Yunus, yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2006 atas karyanya mengembangkan pasar kredit mikro, sedang berada di ibu kota Prancis untuk Olimpiade 2024. Ia kemudian kembali ke Bangladesh pada Kamis pagi dan mendapat pengamanan ketat di Bandara Dhaka.
Dalam komentar pertamanya setelah kedatangannya, dia mengatakan prioritasnya adalah memulihkan ketertiban. “Bangladesh adalah sebuah keluarga. Kita harus menyatukannya,” kata Yunus sambil dikawal pimpinan mahasiswa.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan doa terbaiknya kepada Yunus, dengan mengatakan New Delhi berkomitmen” untuk bekerja sama dengan negara tetangganya itu.
“Doa terbaik saya kepada Profesor Muhammad Yunus dalam mengemban tanggung jawab barunya,” tulis Modi di platform media sosial X.
“India tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Bangladesh untuk memenuhi aspirasi bersama masyarakat kita demi perdamaian, keamanan, dan pembangunan,” sambungnya.
Amerika Serikat juga menyambut baik pemerintahan sementara yang baru di Bangladesh dan berharap dapat bekerja sama untuk memajukan demokrasi.
“Kami menyambut seruan Dr Yunus untuk mengakhiri kekerasan baru-baru ini dan kami siap bekerja sama dengan pemerintah sementara dan Dr Yunus dalam merencanakan masa depan demokratis bagi rakyat Bangladesh,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller.
Diketahui, Hasina mengundurkan diri dan melarikan diri ke India pada 5 Agustus lalu, setelah protes nasional yang dimulai pada bulan Juli terhadap sistem kuota untuk pekerjaan pemerintah (PNS) yang menurut para kritikus lebih menguntungkan orang-orang yang memiliki koneksi ke partainya.
Aksi demonstrasi pecah menjadi kerusuhan terbesar sejak 15 tahun pemerintahan Hasina, dimana lebih dari 300 orang, termasuk mahasiswa, terbunuh.