Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian terlihat sebelum pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (tidak dalam gambar) di kediaman resmi Kishida di Tokyo, Jepang 7 Agustus 2023. (Foto: Antara/Reuters/Issei Kato/Pool/pri)
Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menargetkan pangkalan militer tempat tentara Israel menyimpan pesawat F-35, tempat asal serangan terhadap gedung kedutaan Iran di Damaskus awal bulan ini, kata Amir-Abdollahian dalam konferensi pers di Teheran, Minggu (14/4/2024).
"Iran tidak menyerang lokasi non-militer dalam serangan balasan," kata Amir-Abdollahian.
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) pada Hari Minggu (14/4/2024) dini hari meluncurkan sekitar 300 rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel sebagai tanggapan atas serangan terhadap konsuler kedutaan Iran di ibu kota Suriah, yang menewaskan 2 komandan militer senior dan 5 petugas lainnya.
Amir-Abdollahian mengatakan, operasi tersebut menargetkan pusat intelijen dan mata rezim Zionis yang telah digunakan untuk mengarahkan semua operasi selama 6 bulan terakhir, termasuk operasi baru-baru ini terhadap kedutaan Republik Islam Iran di Damaskus.
"Angkatan bersenjata kami tidak menargetkan pusat ekonomi atau populasi apa pun, bahkan dalam serangan terhadap pangkalan militer.... Ketelitian yang diperlukan telah diperhitungkan dalam menghadapi dan merespons rezim Zionis," katanya
Dikatakan oleh Menlu Iran bahwa pihaknya telah mengatakan kepada negara-negara regional, di mana AS memiliki pangkalan militer, bahwa satu-satunya tujuan dari operasi "sah" tersebut adalah untuk "menghukum" rezim Israel atas agresi mereka terhadap wilayah diplomatik Iran.
Ia mengatakan bahwa Republik Islam tidak berusaha menargetkan pangkalan atau personel militer AS di wilayah tersebut.
Namun, Menlu Iran itu menambahkan bahwa Iran telah memperingatkan jika AS menggunakan pangkalan militernya di wilayah tersebut untuk melancarkan serangan apa pun untuk mendukung Israel, maka "pangkalan militer AS di negara tersebut pasti akan menjadi sasaran".
"Kami berterima kasih kepada tetangga dan saudara-saudara kami di kawasan yang dengan cepat menerima pesan ini dan menekankan kepada AS dan negara lain untuk segera menjauhkan perang dari wilayah mereka," kata Amir-Abdollahian.