Israel kepada Gaza: Tak Ada Listrik dan Air sampai Hamas Bebaskan Sandera
Akhmad Baihaqi Arsyad







Menteri Energi Israel Katz pada Kamis (12/10/2023) mengatakan bahwa Gaza tak akan mendapatkan listrik, air dan bahan bakar sampai semua warga Israel yang disandera Hamas di Jalur Gaza dikembalikan ke rumah mereka.
"Bantuan kemanusiaan untuk Gaza? Tak akan ada listrik yang menyala, tidak ada hidran air yang dibuka dan tidak ada truk bahan bakar yang boleh memasuki Gaza, sampai warga Israel yang diculik dikembalikan," kata Katz.
Katz juga mengatakan "Jangan menceramahi kami dengan soal moral."
Pasukan Israel, di tengah ketegangan yang meningkat dramatis di Timur Tengah, melancarkan serangan militer yang tak henti dengan segenap kekuatan, di Jalur Gaza. Serangan itu oleh pihak Israel dinyatakan sebagai serangan balasan atas serangan militer Hamas ke wilayah Israel, Sabtu (7/10/2023) lalu
Gambar: Proses Palestina kehilangan tanah airnya sejak 1949 sampai 2009. (Palestine-Israel Action group/flickr)
Konflik dimulai saat Hamas mengawali Operasi Banjir Al-Aqsa terhadap Israel yang merupakan serangan mendadak dari berbagai arah, termasuk serentetan tembakan roket dan penyusupan ke Israel melalui darat, laut dan udara.
Hamas menyebut serangan itu sebagai balasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan kekerasan terhadap warga Palestina yang dilakukan para pemukim Yahudi.
Sebaliknya, sebagai balasan atas serangan Hamas itu, militer Israel meluncurkan Operasi Pedang Besi di Jalur Gaza. Bahkan kini Israel memperluas cakupan serangan balasan ke Gaza dengan menutup pasokan air dan listrik. (ant)
