Irak Cari Dukungan Internasional Pascaserangan Rudal Balistik Iran di Erbil
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Irak bergerak cepat mencari dukungan internasional pascaserangan rudal balistik Iran di wilayah Erbil, Ibu Kota Kurdistan. Serangan tersebut mengakibatkan empat korban jiwa dan enam luka-luka di kalangan warga sipil.
Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dalam sebuah wawancara menyatakan keprihatinannya ketika ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran. "Rakyat Irak lah yang menanggung dampaknya dengan konflik yang terjadi di wilayah Irak," katanya dilansir kantor berita Shafaq, Rabu (17/1//2024).
Hussein mengutuk serangan-serangan ini sebagai agresi, pelanggaran hukum internasional, dan pelanggaran kerangka hukum yang sudah ada. Irak telah mengambil berbagai tindakan dan mendekati Dewan Keamanan PBB di New York.
"Saya yakin akan ada dukungan besar terhadap posisi Irak terhadap Iran," katanya mengenai sikap negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB.
Dia menekankan bahwa jika Irak yang dianggap sebagai sekutu Iran, mendekati Dewan Keamanan PBB, hal ini akan menimbulkan masalah yang signifikan bagi Teheran. Mengingat isolasi mereka dari komunitas internasional.
Pada hari Selasa, Irak sudah mengajukan keluhan kepada PBB dan komunitas internasional mengenai serangan rudal Iran di Erbil. Menurut Kementerian Luar Negeri Irak, serangan tersebut mengakibatkan korban sipil, cedera, dan kerusakan pada sarana publik dan rumah penduduk.


















