Search

Ada 80 Kandidat Terdaftar Pemilu Iran untuk Menggantikan Presiden Raisi, 11 Juni Diumumkan

JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi di penghujung masa pendaftaran pemilu presiden Iran yang ke-14 pada Senin (3/6/2024) malam mengatakan kepada wartawan, total ada 80 kandidat telah diajukan dan akan bersaing untuk menduduki posisi eksekutif puncak negara tersebut, dilansir dari Aljazeera, Selasa (4/6/2024).

Proses pendaftaran selama 5 hari dimulai pada hari Kamis (30/5/2024) di Kementerian Dalam Negeri di ibu kota Iran, Teheran. 

Ia mengatakan, setelah pendaftaran, pemeriksaan kandidat akan dimulai pada hari Selasa (4/6/2024) dan berlanjut hingga 10 Juni, dengan calon akhir akan diumumkan pada 11 Juni, menurut kantor berita semi-resmi Fars.

Adapun kandidat yang memenuhi syarat kemudian memiliki waktu 15 hari, dari 12 Juni hingga 26 Juni, untuk melakukan kampanye pemilu mereka. Pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni, menurut laporan tersebut.

Dilansir dari Xinhua, di antara kandidat terkemuka adalah Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, Walikota Teheran Alireza Zakani, anggota Dewan Kebijaksanaan Kemanfaatan Iran Saeed Jalili, Menteri Jalan dan Pembangunan Perkotaan Mehrdad Bazrpash, Menteri Kebudayaan Mohammad-Mehdi Esmaeili, Menteri Tenaga Kerja Solat Mortazavi, Presiden Iran.

Organisasi Perencanaan dan Anggaran Davoud Manzour, Wakil Ketua Parlemen kedua Ali Nikzad dan Amir-Hossein Ghazizadeh Hashemi, wakil presiden dan kepala Yayasan Martir dan Veteran. 

Kandidat terdaftar lainnya antara lain mantan Wakil Presiden Pertama Es'haq Jahangiri, mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, mantan Ketua Parlemen Ali Larijani, mantan Gubernur Bank Sentral Abdolnasser Hemmati, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Empat mantan anggota parlemen perempuan juga turut mendaftarkan diri, yaitu Zohreh Elahian, Hamideh Zaabadi, Hajar Chenarani, dan Rafat Bayat, juga telah mendaftarkan pencalonan mereka, menurut kantor berita resmi IRNA.

Meskipun ada spekulasi awal, Presiden Sementara Iran Mohammad Mokhber tidak ikut serta dalam pemilihan presiden.

Pada sebuah upacara di Teheran selatan pada hari Senin (3/6/2024) untuk memperingati 35 tahun meninggalnya Ayatollah Ruhollah Khomeini, mendiang pendiri Republik Islam Iran, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengatakan bangsa Iran akan membutuhkan “presiden yang aktif, pekerja keras dan sadar. yang berkomitmen terhadap dasar-dasar Revolusi Islam tahun 1979 di negara ini."

Sebelumnya, pemilihan presiden ke-14, yang semula dijadwalkan pada tahun 2025, dimajukan karena kematian tak terduga Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter pada 19 Mei di provinsi barat laut Azarbaijan Timur.

Menurut Konstitusi Iran, wakil presiden pertama mengambil alih tugas eksekutif dalam keadaan seperti itu, dan presiden sementara diharuskan menyelenggarakan pemilihan presiden baru dalam waktu maksimal 50 hari.