Pimpinan Hizbullah Dukung Diplomasi Lebanon untuk Hentikan Agresi Israel
Akhmad Baihaqi Arsyad
BEIRUT, (ERAKINI) — Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan bahwa pihaknya mendukung langkah pemerintah Lebanon untuk mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi dalam menghadapi rangkaian serangan Israel. Namun, ia juga mengkritik tajam keputusan pemerintah yang melibatkan perwakilan sipil dalam dialog langsung terbaru dengan Tel Aviv.
Dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional pada Jumat malam, Qassem menyatakan bahwa pilihan Lebanon untuk menempuh diplomasi bertujuan mengamankan pelaksanaan penuh kesepakatan gencatan senjata November 2024, yang menjadi dasar penghentian eskalasi di perbatasan selatan. “Negara telah memilih jalur diplomasi untuk menghentikan agresi Israel, dan kami mendukung langkah itu,” ujarnya. “Namun cara pelaksanaannya harus dikaji ulang.”
Kritik terhadap Delegasi Sipil
Pertemuan tatap muka antara delegasi sipil Lebanon dan Israel pada Rabu (3/12/2025) lalu, yang untuk pertama kalinya terjadi dalam beberapa dekade, digelar di bawah mekanisme pemantauan gencatan senjata. Presiden Lebanon sebelumnya menilai dialog ini sebagai upaya penting guna mencegah pecahnya perang baru.
Namun Qassem memandang langkah tersebut sebagai keputusan keliru. “Ini adalah kesalahan baru yang menambah blunder pemerintah Agustus lalu ketika tentara diperintahkan untuk melucuti senjata Hizbullah,” tegasnya.

















