Dituding Ijazahnya Palsu, Begini Respons Gibran
Akhmad Baihaqi Arsyad
SURAKARTA, (ERAKINI) - Wali Kota Surakarta sekaligus calon wakil presiden (cawapres) usungan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka merespons adanya beberapa pihak yang menuding jazahnya palsu.
Gibran menganggap tudingan dari beberapa pihak tentang hal itu adalah hal yang lucu. Gibran pun mengaku bahwa dia tidak merasa dirugikan akibat kejadian tersebut.
"Enggak, saya anggap lucu-lucuan, karena baru sekarang dipermasalahkan," kata Gibran di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (20/11/2023).
Apabila ijazah yang dia miliki adalah palsu, kata Gibran, seharusnya hal itu dipermasalahkan sejak awal, yakni saat pendaftaran bakal pasangan capres-cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
"Ini saya sudah upload (unggah) di KPU," kata putra sulung Presiden Joko Widodo itu.
Terkait anggapan bahwa tudingan ijazah palsu tersebut merupakan bagian dari kampanye hitam, Gibran mengatakan itu merupakan hal biasa.
"Ya, biasa. Makanya, tak (saya) bawakan ijazahnya," imbuh Gibran.
Selain itu, terkait tudingan bahwa Gibran merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), dia menilai hal itu tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

















