Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Thomas Trikasih Lembong atau akrab disapa Tom Lemnbong, sebagai tersangka kasus impor gula kristal mentah. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Thomas Trikasih Lembong atau akrab disapa Tom Lemnbong, sebagai tersangkakasus impor gula kristal mentah. Status tersangka Tom Lembong diumumkan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Abdul Qohar, dalam jumpa pers, Selasa (29/10/2024) malam.
“Saudara TTL (Thomas Trikasih Lembong) memberikan izin persetujuan impor gula kristal mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP, yang kemudian gula kristal mentah tersebut diolah menjadi gula kristal putih,” jelas Abdul Qohar.
Tom Lembong dikenal sebagai ekonom. Tom Lembong yang lahir di Jakarta pada 4 Maret 1971, merupakan salah satu anggota Kabinet Indonesia Maju era Presiden Jokowi.
Lantas seperti apa sepak terjang Tom Lembong? Berikut fakta-fakta tentang Tom Lembong:
1. Ekonom Ternama
Tom Lembong merupakan salah satu ekonom ternama di Indonesia. Pada tahun 2000-2002, Tom Lembong dipercaya ikut merestrukturisasi perbankan nasional melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai Kepala Divisi dan Wakil Presiden Senior. Sejak itu kariernya di bidang keuangan dan ekonomi semakin menonjol.
Tom Lembong juga pernah bekerja di Farindo Investments dari 2002-2005. Setelahnya ia menjadi salah satu pendiri dan Chief Executive Officer Quvat Management yang berbasis di Singapura. Pada 2012-2014 Tom Lembong dipercaya menjadi Presiden Komisaris PT Graha Layar Prima Tbk (BlitzMegaplex).
2. Penulis Nakah Pidato Jokowi
Tom Lembong diketahui dekat dengan mantan Presiden Jokowi. Kedekatannya dengan Jokowi dimulai saat Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 2013 Tom Lembong dipercaya menjadi penasihat ekonomi dan penulis naskah pidato Jokowi. Tugas ini berlanjut hingga periode awal Jokowi menjabat sebagai Presiden RI.
Salah satu naskah pidato terkenal Jokowi yang ditulis Tom Lembong adalah Game of Thrones'. Pidato itu dibacakan Jokowi pada pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018. Ada juga pidato 'Thanos' yang dibacakan Jokowi saat Forum Ekonomi Dunia.
3. Menteri Perdagangan
Pada 12 Agustus 2015, Presiden Jokowi mengangkat Tom Lembong sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) hinga 27 Juli 2016. Tom Lembong kemudian di-reshuffle dan pindah tugas sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019.
4. Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin.
Pada periode kedua pemerintahan Jokowi, Tom Lembong terdepak dari cabinet. Setelah meninggalkan pemerintahan, ia kemudian mendirikan Consilience Policy Institute yang beroperasi di Singapura.
Dari sini hubungan Tom Lembong mulai dekat dengan Anies Baswedan. Pada tahun 2021 Tom Lembong dipercaya Anies Baswedan yang kala itu menjabat Gubernur DKI, sebagai Ketua Dewan PT Jaya Ancol. Pada Pilpres 2024, Tom Lembong ditunjuk sebagai Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).
5. Menyesal Pernah Bagian dari Pemerintahan Jokowi
Pada Pilpres 2024, Tom Lembong pernah menyampaikan statemen kontroversial, dengan mengaku menyesal pernah menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Tom Lembong dalam diskusi bertajuk "Pemuda Harsa: Bangga Bicara" di On3 Senayan, GBK, Jakarta, Jumat (9/2/2024) malam.
"Semakin mendalami data-data ekonomi, saya ini benar-benar sedih banget. Sedih banget, prihatin banget. Dan saya punya rasa sesal, nyesel yang lumayan besar karena saya pernah menjadi bagian dari pemerintah," kata Tom Lembong kala itu.