Rektor UIN Banten Prof Ishom (pertama dari kanan) di sela-sela acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA PTKIN yang digelar di Jakarta, Senin (13/7/2026). (Foto: Kemenag)
JAKARTA, (ERKINI) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Dr Muhammad Ishom MA, dipercaya menjadi Dewan Ahli Forum Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN).
Nama Prof Ishom diumumkan dalam susunan pengurus Forum NasionalIKA PTKIN saat acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA PTKIN yang digelar di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Sebagai Dewan Ahli, Prof Ishom diharapkan memberikan pandangan, pertimbangan, dan rekomendasi strategis di bidang keilmuan. Posisi tersebut juga berperan sebagai penyeimbang yang mendorong organisasi alumni agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater, masyarakat, dan para anggotanya.
Prof Ishom diketahui dilantik sebagai Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten periode 2025-2029 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 31 Juli 2025.
Sebelum menjabat sebagai rektor, ia menempuh pendidikan sarjana di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan lulus pada 1999. Ia kemudian melanjutkan studi magister di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2001 serta meraih gelar doktor dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 2012.
Penunjukan tersebut dinilai menjadi amanah penting bagi Prof Ishom untuk ikut memberikan kontribusi terhadap pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pembentukan Forum Nasional menjadi momentum untuk memperkuat peran alumni dalam membangun umat sekaligus karakter bangsa.
Menurut Nasaruddin, alumni PTKIN memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan lulusan perguruan tinggi pada umumnya karena tidak hanya menjadi ilmuwan, tetapi juga cendekiawan yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"PTKIN bukan hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga intelektual, bahkan cendekiawan. Cendekiawan bukan sekadar menguasai ilmu, tetapi juga mengamalkan ilmunya dan memberikan dampak bagi masyarakat," ujar Nasaruddin di hadapan para rektor, guru besar, pimpinan perguruan tinggi keagamaan, dan Ketua Forum NasionalIKA PTKIN Idrus Marham.
Ia menjelaskan, PTKIN memiliki karakter khusus karena menjalankan fungsi akademik sekaligus dakwah. Oleh sebab itu, keberhasilan perguruan tinggi keagamaan tidak hanya diukur dari kualitas lulusan, tetapi juga dari kontribusi alumninya di tengah masyarakat.
Menag mengungkapkan, pengembangan PTKIN harus memperhatikan seluruh mata rantai pendidikan, mulai dari kualitas mahasiswa yang diterima (input), lulusan (output), kiprah alumni (outcome), hingga dampak yang dihasilkan (impact).
"Apa nilai tambah alumni bagi almamaternya, umat, keluarganya, dan apa resonansinya bagi masyarakat. Itu semua menjadi ukuran keberhasilan PTKIN," katanya.
Nasaruddin juga menegaskan Forum NasionalIKA PTKIN bukan dibentuk untuk mengintervensi kebijakan ataupun kepemimpinan kampus. Organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah yang menghimpun kekuatan intelektual alumni dalam memperkuat karakter bangsa melalui pemikiran dan kontribusi nyata.
Ia menilai alumni PTKIN memiliki posisi strategis karena tersebar di berbagai sektor, seperti pendidikan, birokrasi, dakwah, hingga pelayanan publik. Karena itu, potensi tersebut perlu terus dihubungkan dengan almamater agar mampu mendukung pengembangan akademik yang relevan dengan tantangan zaman.
Selain itu, Menag mendorong alumni aktif memberikan masukan bagi penyempurnaan kurikulum PTKIN agar mampu menjawab berbagai persoalan baru, mulai dari isu lingkungan, perkembangan ekonomi syariah, hingga tantangan sosial kontemporer.
"Forum ini juga harus menjadi ruang untuk mengasah intelektualitas para alumni. Setiap pertemuan semestinya menghasilkan nilai tambah bagi kampus, masyarakat, dan bangsa," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum NasionalIKA PTKIN, Idrus Marham, menyatakan komitmennya menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah yang profesional dan mampu melahirkan gagasan strategis bagi kemajuan umat serta bangsa.
"Kita ingin mendesain organisasi ini sebagai sebuah organisasi yang ketika muncul orang berkata luar biasa karena ada prestasi. Anggotanya adalah para guru besar dan alumni perguruan tinggi, sehingga ke depan Forum NasionalIKA PTKIN memiliki pikiran-pikiran cerdas untuk melayani umat dan membangun bangsa," kata Idrus.
Ketua-Ketua
1. Dr. Ida Fauziah, M.Si.
2. Dr. TB Ace Hasan Syadzily
3. Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag.
4. H. Lukman Hakim, M.Si.
5. Prof. Dr. Idrus Al Hamid, M.Si.
Ketua Harian
Dr. Ismail Cawidu
Sekretaris Jenderal
Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A.
Sekretaris
1. Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag.
2. Husni Mubarok
3. Syahril Jamil
4. Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag.
5. Dr. Amar Ahmad, M.Si.
Bendahara Umum
Drs. H. Cucu Sutara, M.M.
Bendahara
1. Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.
2. Idy Muzayyad, M.Si.
3. Mahyudin
4. Dr. Sidiq Sisdiyanto, M.Pd.