JAKARTA, (ERAKINI) - Sembilan nama telah ditetapkan sebagai Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029. Keputusan Presien (Keppres) tersebut diteken Jokowi pada Rabu (29/5/2024).
Adapun mereka yang terpilih menjadi Pansel Capim dan Dewas KPK yaitu lima unsur pemerintah dan empat unsur masyarakat. Berikut profil 9 nama Pansel KPK:
Arif Satria ditunjuk Jokowi sebagai wakil ketua merangkap anggota Pansel Capim KPK. Dia merupakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Dikutip dari laman resmi IPB, riwayat pendidikannya adalah S1 di Institut Pertanian Bogor Ilmu-Ilmu Ekonomi Pertanian 1995, S2 Institut Pertanian Bogor Sosiologi Pedesaan 1999, dan S3 Kagoshima University Jepang Department of Marine Social Science 2006.
Dalam jabatannya sebagai Rektor IPB, Arif pernah menjadi salah satu panelis debat Cawapres kedua atau keempat kandidat Pilpres 2024. Saat ini Arif juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026.
Guru Besar Tetap dalam Bidang Ekologi Politik IPB University ini pernah mengemban jabatan lain, seperti penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan sejak 2012 hingga 2019.
Kemudian menjadi anggota Dewan Pengawas Perum Perikanan Indonesia (2013-2017), Anggota Dewan Kelautan Indonesia (2013-2017), dan Anggota Komisi Tuna Indonesia (2012-2014) dan Anggota Komisi Nasional Pengkajian Sumberdaya Ikan (2008-2011).
Nawal Nely merupakan satu-satunya wanita di Pansel Capim KPK. Wanita kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah pada 12 Mei 1973 ini menjabat anggota seperti Ivan Yustiavandana.
Sejak 4 Februari 2020, Nely menjabat Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34/TPA Tahun 2020 tanggal 30 Januari 2020.
Anak buah Menteri BUMN Erick Thohir ini juga merupakan Komisaris PT PLN (Persero).
Dilansir dari laman resmi Kementerian BUMN, Nely punya pengalaman profesional yang panjang di berbagai posisi penting dalam bidang keuangan. Dia pernah menjabat sebagai Financial Analyst di Ernst & Young Kuwait (2002-2005), Manager National Bank of Kuwait (2005-2006), Manager Ernst & Young – Doha (2007-2008), Senior Manager Ernts & Young Egypt – Cairo (2009-2010), dan Partner Ernest & Young Indonesia (2010-2020) dan berbagai pengalaman lain di bidang konsultan internasional lainnya.
3. Ahmad Erani Yustika
Pria kelahiran Ponorogo, 22 Maret 1973 ini pernah menjadi staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi bidang Ekonomi pada 2018-2019.
Setelah itu dipercaya sebagai Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Dia juga tercatat sebagai Komisaris di BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
Ahmad Erani dilantik sebagai Kepala Sekretariat Wakil Presiden (Kasetwapres) definitif oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Aula Serbaguna Gedung 3 Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran No. 17-18, Jakarta Pusat, Jumat (18/2/2022).
Sebelum dilantik, dia sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kasetwapres. Dia menjadi Plt Kasetwapres menggantikan Mohamad Oemar yang dilantik Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Perancis, pada Senin (25/10/2021).
4. Y Ambeg Paramarta
Pria kelahiran Yogyakarta, 22 Maret 1965 ini pejabat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Terbaru, dia menjabat Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM.
Sejumlah jabatan lain yang pernah dia emban adalah Staf Ahli Bidang Politik dan Keamanan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, dan Sekretaris Jenderal.
5. Elwi Danil
Pria kelahiran Simawang, Rambatan, Tanah Datar, Sumatera Barat, 25 Juni 1960 ini merupakan Guru Besar Hukum Pidana Universitas Andalas (Unand) Padang.
Dia pernah menjadi saksi meringankan untuk Ferdy Sambo, terdakwa kasus pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Adapun riwayat pendidikannya adalah, lulus Sekolah Dasar Negeri 1 Simawang, Tanah Datar pada 1971, lulus SMPN 1 Pekanbaru pada 1974, dan tamat SMAN 1 Pekanbaru pada 1977. Setelah itu, dia meraih gelar Sarjana Hukum pada 1985 di Unand Padang. Gelar Magister Hukum dan Doktor Ilmu Hukum berhasil ia dapatkan dari Universitas Indonesia (UI), Jakarta, pada 1991 dan 2001.
6. Rezki Sri Wibowo
Rezki Sri Wibowo merupakan Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII). TII merupakan salah satu chapter Transparency International, sebuah jaringan global NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil.
Dilansir dari laman TII, dia pernah menjabat Deputi Sekretariat Jenderal TII. Dia juga pernah bekerja di institusi keuangan dan lembaga konsultan seperti Manager Marketing and Investment Niaga Bank dan Cost and Productivity Analyst di Lippobank dan Assistant VP Investment di Bahana Artha Venture.
7. Taufik Rachman
Taufik Rachman adalah dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Setelah lulus S-1 Unair, dia mengenyam pendidikan di La Trobe University dan Victoria University di Australia pada 2016.
8. Muhammad Yusuf Ateh
Pria kelahiran Jakarta, 9 Agustus 1964 ini ditunjuk menjadi ketua merangkap anggota Pansel Capim dan Dewas KPK. Dia adalah Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ateh dilantik Jokowi sebagai Kepala BPKP di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.
Ateh menjabat sebagai Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan pada Kementerian PAN-RB sebelum menjadi Kepala BPKP.
Sebelumnya, pada 2009, pernah diberi amanah menjabat Kepala Pemantauan dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Aparatur Wilayah Timur II, Deputi Akuntabilitas Aparatur. Pada 2019, Ateh tercatat sebagai salah satu anggota Dewan Pengawas di Perum Peruri, perusahaan pencetak uang milik negara.
Dia juga sempat bergabung di KPK pada awal pembentukannya. Ateh mengawali karier sebagai asisten dosen di STAN, kemudian berkiprah sebagai auditor BPKP sejak 1992.
9. Ivan Yustiavandana
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini menjadi salah satu anggota Pansel Capim KPK. Ivan dilantik sebagai Kepala PPATK oleh Presiden Jokowi pada Senin, 25 Oktober 2021. Dia bekerja di PPATK sejak 2003.
Setelah mendapat gelar Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember, Ivan melanjutkan ke Washington College Of Law, Washington DC. USA. Ivan adalah Doktor yang lulus cumlaude pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.